Disway Award

Kapan Puasa 2026 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammdiyah

Kapan Puasa 2026 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammdiyah

Perbedaan awal puasa Muhammadiyah dan Pemerintah -Freepik-freepik.com

INFORADAR.ID - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai bersiap menyambut puasa 2026 dengan berbagai persiapan, baik secara fisik maupun batin.

Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesiapan spiritual, tetapi juga menyangkut pengaturan aktivitas dan jadwal harian agar ibadah selama Ramadan dapat berjalan dengan lancar.

Maka dari itu, banyak masyarakat yang mulai mencari informasi seputar kapan puasa 2026, termasuk perkiraan waktu dimulainya ibadah puasa Ramadan tahun 2026.

Dengan mengetahui jadwal tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyusun rencana kegiatan selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 2026 secara lebih terarah.

Melalui artikel ini, pembahasan mengenai perkiraan kapan puasa 2026 akan dibahas secara lengkap.

Kapan Awal Puasa 2026?

Awal puasa Ramadan secara umum diprediksi jatuh pada pertengahan Februari 2026. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran kalender Hijriah yang terus bergerak lebih awal setiap tahunnya.

Perhitungan kalender Hijriah dilandaskan pada pengamatan hilal (bulan sabit muda) yang muncul setelah ijtimak (konjungsi). Umumnya, terlihat ketika matahari terbenam.

BACA JUGA:BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Banten 3 Harian, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

BACA JUGA:Real Madrid Terlempar ke Zona Playoff Setelah Dibobol Kiper Benfica

Di sisi lain, kalender Masehi menghitung awal hari sejak pukul 00.00 waktu setempat yang didasarkan pada perputaran bumi selama 24 jam.

Secara struktur, kalender Hijriah mempunyai bulan-bulan yang durasinya sekitar 29 atau 30 hari. Sedangkan, kalender Masehi terdiri atas 12 bulan dengan durasi 29-31 hari.

Sistem kalender Hijriah yang lebih pendek ini membuat awal bulannya, termasuk Ramadan kemudian bergeser lebih cepat di setiap tahunnya.

Mulai 2025 lalu, awal bulan Hijriah (Ramadan) bertepatan dengan awal bulan Masehi di mana situasi ini jarang sekali terjadi. Pada 2026 ini pun, hal tersebut akan kembali terulang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: