Seiring berjalannya waktu, masa lalu Ah Jin mulai terkuak satu per satu, memaksanya menghadapi konsekuensi dari pilihan yang pernah ia buat.
Ia dihadapkan pada pertanyaan besar tentang arti cinta, pengampunan, dan apakah seseorang yang dipenuhi luka masih layak untuk dicintai.
Dear X tidak hanya mengisahkan romansa, tetapi juga menggali sisi gelap psikologi manusia, tentang bagaimana trauma dapat membentuk seseorang, serta betapa tipis batas antara cinta dan kehancuran.
Dengan alur yang emosional, suasana gelap, dan karakter yang kompleks, Dear X menyuguhkan cerita yang menyayat perasaan dan membuat penonton terus bertanya siapa sebenarnya yang menjadi korban, dan siapa yang justru menjadi pelaku.
Drama ini meninggalkan kesan mendalam tentang cinta yang tidak selalu indah, namun bisa menjadi racun ketika dipenuhi luka yang tak pernah sembuh.