Ambisi, Bisnis, dan Kontroversi dalam Film The Founder
Potret The [email protected]
INFORADAR.ID Film The Founder menghadirkan kisah di balik lahirnya salah satu kerajaan bisnis terbesar di dunia, McDonald's, melalui sudut pandang yang tajam dan penuh nuansa.
Alih-alih sekadar cerita sukses, film ini menelusuri sisi gelap ambisi, strategi, dan konflik yang membentuk sejarah perusahaan tersebut.
Cerita berpusat pada Ray Kroc, seorang salesman yang awalnya menjual mesin milkshake.
Pertemuannya dengan dua bersaudara McDonald mengubah arah hidupnya.
Kroc melihat potensi besar dari sistem restoran cepat saji yang efisien dan revolusioner milik mereka.
Dari titik inilah perjalanan ekspansi besar dimulai.
Namun, film ini tidak memoles perjalanan tersebut menjadi kisah heroik semata.
Penonton diajak menyaksikan bagaimana visi bisnis Kroc berkembang menjadi ambisi yang kian agresif.
Strategi ekspansi, perubahan model bisnis, hingga perebutan kendali perusahaan digambarkan dengan pendekatan realistis dan kadang terasa tidak nyaman.
Performa Michael Keaton sebagai Ray Kroc menjadi salah satu kekuatan utama film ini.
Ia berhasil menghadirkan karakter kompleks — karismatik sekaligus kontroversial — yang membuat penonton terus mempertanyakan batas antara kegigihan dan keserakahan.
Secara keseluruhan, The Founder bukan sekadar film biografi bisnis.
Ia menjadi refleksi tentang etika, kekuasaan, dan harga dari kesuksesan.
Film ini menunjukkan bahwa di balik logo yang akrab dan global, terdapat drama manusia yang sarat konflik dan keputusan sulit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
