Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pemanfaatan Pekarangan Rumah Digelar di Desa Sindangheula

Kamis 29-01-2026,14:44 WIB
Reporter : Billgheza Alshakira Bunga
Editor : Haidaroh

‎INFORADAR.ID - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 99 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan pemanfaatan pekarangan rumah yang digelar di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

‎Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, dan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Bertempat di rumah Ketua RT 17 Kampung Sukasari, kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Sindangheula sebagai peserta utama.

‎Desa tersebut dipilih karena permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang cukup menonjol.

‎Fokus utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat agar mampu memilah sampah organik dan nonorganik, sekaligus memanfaatkannya menjadi sesuatu yang lebih berguna dan memiliki nilai jual.

‎Selain itu, masyarakat juga diajak untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman apotek hidup dan sayuran guna mendukung lingkungan desa yang bersih dan asri.

‎Dalam sosialisasi tersebut, terdapat dua materi utama yang disampaikan oleh para pemateri. Materi pertama mengenai pengelolaan serta pemilahan sampah disampaikan oleh Nur Haedin, Founder Youth For Energy Diplomacy (Y4ED

‎Ia menjelaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah, serta berbagai potensi pemanfaatan sampah nonorganik.

‎“Sampah sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang bernilai jika dikelola dengan baik. Mulai dari ecobrick hingga paving blok, semuanya bisa dimulai dari pemilahan sederhana di rumah,” ujar Nur Haedin

‎Materi kedua disampaikan oleh Sayidatul Maslahah, M.Pd., Dosen Pendidikan Khusus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, yang juga merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 99. Ia menjelaskan pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam tanaman apotek hidup menggunakan galon dan botol plastik bekas sebagai pot tanaman.

‎Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya berdampak pada keindahan lingkungan, tetapi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. 

‎“Dengan memanfaatkan sampah botol plastik dan galon bekas sebagai pot, masyarakat bisa menanam cabai, tomat, atau tanaman obat yang bermanfaat,” tuturnya.

‎Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti pemaparan materi dan tertarik dengan ide pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi.

Sosialisasi ini dinilai menambah wawasan baru bagi masyarakat terkait pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan pekarangan yang selama ini kurang dimaksimalkan.

‎Melalui kegiatan ini, tim KKM 99 Untirta berharap masyarakat Desa Sindangheula dapat memiliki kesadaran dan pemahaman yang lebih baik dalam mengelola sampah, sehingga permasalahan lingkungan yang ada dapat diminimalkan secara bertahap.

Kategori :