Cuaca Ekstrem Januari 2026: Hujan Deras Guncang Indonesia

Rabu 28-01-2026,16:29 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Tahukah kamu BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada 28 Januari 2026, dengan hujan lebat mengguyur wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Jakarta, berpotensi picu banjir dan longsor. Penguatan Monsun Asia dan ITCZ jadi pemicu utama, catat rekor curah hujan hingga 171 mm/hari baru-baru ini.

Wilayah Paling Rawan hujan intensitas tinggi diprediksi di Jabodetabek, Banten selatan, dan Jawa Tengah bagian barat sepanjang hari ini. Angin kencang hingga 45 km/jam juga ancam pesawat kecil dan perahu nelayan. Sejumlah daerah sudah alami genangan, ganggu transportasi umum di Jakarta.

Dampak dan Antisipasi cuaca ekstrem ini ganggu aktivitas masyarakat, termasuk pasar tradisional dan sekolah di Depok-Prabumulih. BNPB catat puluhan banjir mikro sejak awal Januari. Warga diimbau hindari perjalanan jauh, siapkan jas hujan, dan pantau info BMKG real-time untuk evakuasi dini.

Indonesia diguyur hujan lebat ekstrem sepanjang Januari 2026, dipicu penguatan Monsun Asia dan ITCZ yang bikin awan raksasa ngumpul di atas Jawa. BMKG catat curah hujan rekor 171 mm/hari di Jakarta, potensi banjir bandang dan longsor di Banten hingga Jawa Tengah.

Pemicu Cuaca Gila 2026 monsun Asia mulai menguat awal tahun ini, dorong udara lembab dari Samudra Hindia masuk Jawa. Gabung ITCZ (Intertropical Convergence Zone) yang aktif, hasilkan hujan tak henti-henti selama 12-18 jam. Januari lalu, gempa 5,5 SR di Pacitan tambah kekacauan cuaca.

Wilayah Paling Rawan Banjir yaitu jabodetabek, Banten selatan (Serang-Tangerang), Depok, Bogor jadi hotspot utama dengan prediksi hujan >100 mm/jam. Jawa Barat selatan dan Jawa Tengah barat juga siaga longsor di daerah pegunungan. Angin kencang 40-45 km/jam ancam pesawat ringan, perahu nelayan, dan tiang listrik.

Tips Bertahan di Tengah Hujan Deras siapkan kantong pasir di pintu rumah untuk cegah air masuk, pastikan saluran drainase bersih dari sampah, dan charge ponsel untuk update darurat.

Hindari menyeberang sungai deras atau genangan dalam, karena arus bawah tanah sering fatal. Kolaborasi RT/RW lokal jadi kunci respons cepat saat banjir datang mendadak.

 

Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Matlaul Anwar

Kategori :