Warga RT 03/01 Kelurahan Juhut Bikin Jalur Wisata Gunung Karang Mendadak “Manis oleh Takjil Gratis
Warga Juhut Pandeglang bagi takjil gratis--
INFORADAR.ID – Sore menjelang berbuka di jalur wisata menuju Gunung Karang tiba-tiba terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena matahari yang masih ogah tenggelam, tapi karena aksi warga RT 03/01 Kelurahan Juhut yang turun ke jalan membagikan takjil gratis.
Ya, bukan promo diskon dan bukan pula bagi-bagi brosur. Ini murni aksi sosial. Warga kompak menggelar bakti sosial dengan membagikan takjil untuk kaum dhuafa serta para pengendara yang melintas di jalur wisata tersebut saat waktu ngabuburit.
Pemandangannya pun cukup menarik. Di satu sisi, motor dan mobil melintas pelan menikmati suasana sore di kaki gunung. Di sisi lain, warga RT 03/01 berdiri di pinggir jalan sambil menyodorkan paket takjil dengan senyum ramah yang rasanya hampir sama manisnya dengan kolak di dalam plastik itu.
Takjil yang dibagikan berisi makanan ringan dan minuman untuk berbuka puasa. Sederhana memang, tapi bagi pengendara yang masih di perjalanan menjelang azan magrib, paket kecil ini bisa terasa seperti “penyelamat di detik-detik terakhir”.
Ketua RT 03/01 Kelurahan Juhut, Indra Sena, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian warga sekaligus cara sederhana untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.
“Jika Anda menuju kawasan wisata Gunung Karang, silakan berhenti sejenak dan ambillah takjilnya untuk berbuka puasa,” ujarnya dengan ramah.
Ia menambahkan bahwa kegiatan berbagi ini tidak hanya ditujukan bagi para pengendara yang sedang ngabuburit, tetapi juga untuk membantu kaum dhuafa di sekitar lingkungan RT 03/01.
Sementara itu, kawasan Gunung Karang sendiri memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Pandeglang, wilayah yang berada di ujung barat Pulau Jawa.
Pemandangan alam yang sejuk, udara pegunungan yang segar, serta jalur wisata yang menantang membuat kawasan ini sering menjadi tujuan wisatawan lokal.
Tak heran jika menjelang sore hari, jalur menuju Gunung Karang cukup ramai oleh pengendara yang sekadar berjalan-jalan, menikmati udara pegunungan, atau tentu saja, ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka.
Dengan adanya kegiatan ini, warga berharap tradisi berbagi takjil bisa terus dilakukan setiap Ramadan. Karena kadang, hal kecil seperti segelas minuman dan sebungkus makanan sederhana bisa membuat perjalanan seseorang terasa jauh lebih menyenangkan.
Dan sore itu, di jalur menuju Gunung Karang, ngabuburit tidak hanya soal menunggu azan magrib. Tapi juga tentang berbagi, kebersamaan, dan membuat jalanan terasa sedikit lebih ramah dari biasanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
