INFORADAR.ID – Dunia perfilman tanah air kembali diramaikan dengan genre drama suspense yang provokatif melalui film terbaru berjudul "Penerbangan Terakhir."
Film ini tidak hanya menyajikan kemegahan visual di dalam kabin pesawat, namun secara berani mengangkat isu sensitif mengenai perselingkuhan yang terjadi di lingkungan industri penerbangan.
Alur cerita yang intens berfokus pada kehidupan seorang pilot senior yang reputasi sempurnanya mulai retak ketika rahasia gelap di balik setiap perjalanan dinasnya perlahan mulai terendus oleh sang istri.
Ketegangan dimulai saat sebuah kotak hitam (black box) dari sebuah insiden pendaratan darurat ditemukan. Alih-alih hanya berisi rekaman teknis penerbangan, kotak tersebut secara tidak sengaja merekam percakapan intim yang membuka tabir pengkhianatan di ketinggian 35.000 kaki.
Penonton akan diajak untuk mengikuti perjalanan sang istri, seorang mantan pramugari, yang menggunakan kemampuan analisis dan koneksi internalnya di maskapai untuk menyusun kepingan teka-teki perselingkuhan sang suami dengan salah satu kru kabin muda.
"Penerbangan Terakhir" bukan sekadar drama rumah tangga biasa; film ini menggambarkan bagaimana ruang sempit dan isolasi di atas awan dapat memicu konflik psikologis yang mendalam.
Pengkhianatan dalam film ini digambarkan sebagai "turbulensi" yang jauh lebih berbahaya daripada cuaca buruk manapun, karena mampu menghancurkan fondasi kepercayaan dalam hitungan detik.
Antusiasme publik pun melonjak setelah cuplikan (teaser) film ini memperlihatkan adegan konfrontasi sengit di ruang kokpit yang jarang dieksplorasi dalam film drama Indonesia. "Penerbangan Terakhir" dijadwalkan tayang di seluruh jaringan bioskop nasional.
Film ini diprediksi akan memicu diskusi hangat di media sosial mengenai batas profesionalisme dan godaan di balik gaya hidup dinamis para pekerja aviasi.
Nazlah Azzahra Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bina Bangsa