PANDEGLANG INFORADAR.ID Tradisi Carita, sebuah pantai indah di Banten, menyimpan kekayaan budaya yang perlahan memudar di tengah arus modernisasi. Kawasan ini dikenal dengan ritual adat masyarakat Sunda yang erat kaitannya dengan laut dan alam.
Carita dulunya menjadi pusat upacara Sedekah Laut, di mana nelayan mempersembahkan hasil tangkapan terbaik untuk memohon keselamatan. Ritual ini melibatkan tarian Saman, doa bersama, dan pelepasan sesajen berupa makanan laut ke laut lepas.
Tradisi ini mencerminkan harmoni antara manusia dan alam, di mana laut dianggap sebagai pemberi rezeki sekaligus penguasa misterius.
Globalisasi dan pariwisata massal menggeser prioritas masyarakat lokal. Generasi muda lebih sibuk dengan gadget dan pekerjaan kota, meninggalkan ritual tahunan yang kini hanya diadakan sporadis.
Urbanisasi dari Depok dan sekitarnya juga membawa gaya hidup konsumtif, mengurangi minat pada cerita lisan tentang jin laut penjaga Carita.
Salah satu rahasia paling menarik adalah "Kawah Aji," sebuah gua tersembunyi di tebing Carita yang konon menyimpan pusaka kerajaan Pajajaran. Hanya tetua adat yang tahu lokasi pastinya, dan akses dibatasi untuk menjaga kesakralan.
Tradisi ini juga punya elemen mistis: larangan memetik kerang saat bulan purnama agar tidak membangunkan roh penjaga pantai.
Upaya Pelestarian komunitas lokal mulai membangkitkan tradisi melalui festival budaya tahunan, meski tantangan seperti sampah plastik dari wisatawan tetap ada. Pendidikan di pesantren sekitar Pandeglang mengintegrasikan cerita Carita ke kurikulum untuk menjaga ingatan kolektif.
Di era digital, video TikTok tentang Sedekah Laut mulai viral, menarik generasi Z kembali ke akar budaya.
Tradisi seperti Sedekah Laut di Carita sering melibatkan prosesi di pantai, mencerminkan harmoni budaya dengan laut.
Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Matlaul Anwar