“Permintaan di pasar sangat tinggi, tetapi jumlah beglog dan panen yang kami miliki terbatas, sehingga kami kesulitan untuk memenuhi semua permintaan,” jelasnya.
BACA JUGA:Girl Group no na Siap Guncang Dunia, Kreator Yakin Bisa Lampaui KPop
BACA JUGA:Dewan Nilai Penyertaan Modal PDAM Kabupaten Serang Masih Terlalu Kecil
Selain memperkuat ketahanan pangan, Uus juga percaya bahwa program ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi di desa tersebut.
Ia juga menyebutkan jika iklim di daerah ini sangat ideal untuk jamur tiram, ada banyak orang yang sudah datang utnuk belajar atau membeli bibit F2 yang mereka produksi sendiri.
Pemerintah Desa Kaduengang juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini dengan menyiapkan anggaran dari Dana Desa (DD) tahun 2025 sesuai dengan regulasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Uus berharap usaha jamur tiramnya ini dapat berkembang secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, dan menjadi usaha yang terus berlanjut.