Ini normal banget, apalagi kalau kondisi keuangan lagi ketat. Jadi bukan PHP ke penjual, cuma belum yakin aja.
4. Belanja? Gak Juga. Tapi Dapet Konten!
Di era media sosial, banyak orang datang ke toko, pasar, atau tempat belanja lain cuma buat cari spot yang estetik.
Gak belanja pun gak masalah, yang penting bisa upload story atau postingan yang ‘niat’. Ini juga bagian dari alasan munculnya fenomena Rojali dan Rohana.
BACA JUGA:Gen Z Juga Terancam Kanker Lambung: Ini 7 Fakta yang Perlu Diketahui
BACA JUGA:3 Lagu Peterpan yang Paling Ikonik Sepanjang Masa, Bikin Rindu Masa Lalu
5. Sopan Santun Bikin Gak Enakan
Budaya kita yang menjunjung sopan santun kadang bikin orang merasa gak enak kalau langsung bilang gak jadi beli. Jadi, mereka pilih basa-basi dulu, nanya ini itu, ngobrol bentar baru pamit.
Ini bukan maksudnya nge-prank penjual, tapi lebih karena gak enakan saja.
6. Masih Fase Cari Info
Gak semua yang kelihatan cuma tanya-tanya itu gak serius. Bisa jadi mereka lagi dalam proses cari informasi.
Dalam dunia psikologi konsumen, ini disebut tahap pra-pembelian, dimana orang butuh waktu buat mikir sebelum akhirnya transaksi beneran terjadi.
Jadi, fenomena Rojali dan Rohana bukan cuma soal “gak beli-beli”, di baliknya, ada banyak alasan, dari cari hiburan, jaga harga diri, sampe strategi konten.
Gak ada yang salah, selama tetap sopan dan gak ganggu orang lain.
Toh, kadang belanja gak harus selalu berujung di kasir. Bisa juga berakhir di galeri foto atau cukup jadi cerita buat diceritain nanti.