Penelitian juga mengungkap keberadaan trisomi (salinan tambahan kromosom 13, 18, atau 20) dalam jaringan lambung.
Fenomena ini belum pernah ditemukan di organ tubuh lain dan diyakini menjadi bagian dari awal terbentuknya kanker lambung, terutama yang berkembang diam-diam.
4. Gaya Hidup Buruk Jadi Pemicu Dominan
Konsumsi makanan asin, instan, serta sering begadang dan stres berat memperbesar peluang mutasi genetik dalam lambung.
Kebiasaan ini, jika berlangsung terus-menerus, bisa mempercepat proses berkembangnya kanker lambung tanpa kita sadari.
5. Infeksi Bakteri H. pylori Berkontribusi Besar
Sebanyak 40% kasus kanker lambung di Inggris ditemukan berkaitan dengan infeksi bakteri Helicobacter pylori.
Bakteri ini bisa tinggal lama di lambung dan menyebabkan peradangan kronis, yang berujung pada kerusakan jaringan dan kemungkinan kanker.
BACA JUGA:Ini 5 Pemicu Tubuh Cepat Lelah yang Sering Terabaikan, Meskipun Tidur Sudsh Cukup
BACA JUGA:Lagu Koes Plus yang Masih Populer Sampai Sekarang dan Tetap Dicari Banyak Orang
6. Gangguan Maag Kronis Bisa Jadi Pemicu Awal
Gejala seperti sakit maag, asam lambung naik, atau perut sering nyeri sebaiknya tidak dianggap enteng.
Jika terjadi terus-menerus, radang lambung bisa menyebabkan mutasi sel yang dalam jangka panjang berkembang menjadi kanker lambung.
7. Pencegahan Bisa Dimulai dari Sekarang
Meski pemeriksaan genetik belum tersedia secara luas, kita bisa mengurangi risiko kanker lambung dengan langkah-langkah sederhana, seperti:
Menghindari makanan tinggi garam dan pengawet