Teknik ini akan membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi ketegangan di tubuh, sehingga mengurangi dorongan untuk mengekspresikan kemarahan di wajah.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba teknik relaksasi lainnya, seperti menggenggam tangan dan kemudian mengendurkannya atau melakukan gerakan kecil yang menenangkan.
3. Fokus pada Pikiran Positif
Seringkali, kemarahan muncul karena kamu terjebak dalam pemikiran negatif yang membuat kamu frustrasi atau kecewa. Untuk mencegah ekspresi wajah yang mencerminkan kemarahan, cobalah alihkan perhatianmu ke hal-hal positif atau menyenangkan.
BACA JUGA:7 Tips Merawat Smartwatch Agar Tetap Awet dan Tahan Lama, Perhatikan Hal Ini
BACA JUGA:Universitas Berkualitas di Banten: Pilihan Tepat untuk Kuliah dengan Akreditasi Unggul
Ingatlah bahwa reaksi kamu terhadap situasi sangat dipengaruhi oleh cara kamu berpikir, usahakan untuk melihat masalah dari sudut pandang yang lebih rasional atau bahkan mencari sisi humor dari situasi tersebut.
Dengan memfokuskan diri pada hal-hal positif, kamu dapat meredam kemarahan lebih cepat dan mencegah ekspresi wajah yang mengganggu.
4. Gunakan Teknik Mikro Ekspresi
Mikro ekspresi merupakan ekspresi wajah yang sangat singkat dan sulit untuk dikendalikan, tetapi bisa membantu kamu mengenali emosi yang sedang dialami. Untuk mengontrol ekspresi wajah dengan lebih efektif, pelajari teknik mikro ekspresi yang dapat mengurangi intensitas kemarahan.
Contoh sederhana meliputi menahan alis yang terangkat, mengatur bibir agar tidak terkatup rapat, atau menjaga posisi wajah tetap netral. Latihan ekspresi wajah juga bisa membantumu mengenali bagaimana wajahmu bereaksi terhadap emosi.
Dengan latihan, kamu akan lebih cepat dalam mengubah ekspresi yang menunjukkan kemarahan menjadi lebih tenang.
5. Jangan Menanggapi Secara Langsung
Saat marah, kamu sering kali tergoda untuk memberikan respons cepat atau berargumen. Namun, ini justru dapat memperburuk keadaan dan memperlihatkan kemarahan di wajah kamu. Alih-alih memberikan respons langsung, cobalah untuk menunda reaksi.
Gunakan jeda beberapa detik untuk menenangkan diri dan berpikir sebelum berbicara atau bertindak. Selama jeda itu, fokuskan perhatianmu pada cara bernapas dan usahakan untuk tidak menunjukkan ketegangan di wajah.
6. Berbicara dengan Suara yang Tenang