Mereka adalah ibu rumah tangga yang sukses berbisnis online, mahasiswi yang membangun komunitas literasi digital, hingga konten kreator yang mengedukasi masyarakat tentang hak-hak perempuan.
Dengan demikian, menghidupkan kembali gagasan Kartini di era digital berarti memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperjuangkan kesetaraan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan secara lebih luas dan inklusif.
Teknologi bukan hanya alat, tetapi juga jembatan yang menghubungkan semangat perjuangan Kartini dengan tantangan dan peluang zaman sekarang. Melalui literasi digital, inovasi, dan kolaborasi, perempuan Indonesia dapat terus melanjutkan warisan Kartini dan membawa perubahan positif bagi bangsa.