INFORADAR.ID - Fenomena cancel culture kembali menjadi sorotan setelah kasus kematian aktris Korea Selatan, Kim Sae-ron. Dugaan kuat menyebutkan bahwa budaya cancel culture yang ganas di negaranya berperan dalam keputusan tragisnya untuk mengakhiri hidup.
Isu ini semakin berkembang ketika Kim So Hyun, pemilik agensi Gold Medalist, agensi yang menaungi Kim Sae-ron sebelum kematiannya ikut terseret dalam kontroversi. Agensi tersebut diduga memeras Kim Sae-ron, yang kehilangan pekerjaan akibat cancel culture. Akibatnya, ia mengalami kesulitan finansial dan tidak mampu membayar utangnya kepada Gold Medalist. Apa Cancel Culture itu dan seberapa bahayakah terhadap individu? Simak penjelasannya berikut ini: Cancel culture, atau budaya pembatalan, merupakan fenomena di mana individu atau institusi mendapat kecaman besar-besaran di media sosial akibat tindakan atau pernyataan mereka yang dianggap salah atau kontroversial. Budaya ini sering kali menyebabkan seseorang kehilangan pekerjaan, reputasi, bahkan berdampak pada kesehatan mental mereka. Kini, banyak orang merasa harus berhati-hati dalam bersikap di ruang publik karena takut mendapat kecaman. BACA JUGA:Sana Arra, Balita Viral yang Tuai Kontroversi di Media Sosial BACA JUGA:Momen Ustadz Adi Hidayat Lantunkan Syair 'Bul Bul Tob Tobitob' yang Lagi Viral Media sosial semakin memperparah fenomena ini. Berbagai peristiwa viral dengan cepat menyebar dan menciptakan opini publik yang sulit dikendalikan. Bahkan sebelum ada bukti yang jelas, seseorang bisa langsung dihukum oleh publik. Akibatnya, banyak orang menjadi lebih cemas dan takut mengambil risiko, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka. Melansir dalam Kanal YouTube SatuPersen, seorang sosiolog bahkan memandang budaya ini memiliki peranan yang cukup besar pada kebebasan berekspresi. Banyak individu yang memilih bermain aman dalam menyampaikan pendapatnya agar tidak terkena imbas cancel culture. Hal ini berisiko menghambat inovasi dan perkembangan masyarakat karena semua orang takut bereksperimen atau berpikir kritis. CEO Tesla dan pemilik platform X, sebelumnya Twitter, Elon Musk, pernah menyampaikan kekhawatirannya terhadap pembatasan kebebasan berbicara akibat cancel culture. Menurutnya, membungkam suatu ide tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan akan memperburuk polarisasi masyarakat. BACA JUGA:Fenomena Popo Siroyo yang Viral di Media Sosial BACA JUGA:Fenomena FOBO di Kalangan Gen Z: Takut Dengan Pilihan, Apa Itu FOBO? Selain itu, budaya cancel juga sering kali mengarah pada toxic positivity. Banyak orang lebih memilih menghindari konflik dan hanya ingin merasa aman di zona nyaman mereka. Padahal, kemajuan peradaban sering kali lahir dari keberanian dalam mengambil risiko dan menghadapi tantangan. Sejarah mencatat bahwa peradaban besar seperti Islamic Golden Age dan Renaissance berkembang pesat karena masyarakatnya berani bereksperimen dan terbuka terhadap berbagai pemikiran. Untuk mengatasi dampak negatif cancel culture, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menghindari perilaku menghakimi tanpa bukti yang jelas, serta membuka ruang diskusi yang sehat, bisa menjadi solusi agar cancel culture tidak semakin merugikan individu dan masyarakat secara luas.Cancel Culture: Budaya Toxic di Media Sosial yang Mematikan
Kamis 13-03-2025,21:23 WIB
Reporter : Lydia Khaerani
Editor : Haidaroh
Kategori :
Terkait
Sabtu 15-11-2025,13:34 WIB
Berapa Lama Batas Aman Scrolling Media Sosial bagi Gen Z agar Pikiran Tetap Sehat?
Rabu 24-09-2025,18:21 WIB
Arti Kata Mean Girl, Bahasa Gaul yang Kerap Muncul di Medsos
Senin 22-09-2025,15:41 WIB
Gerakan Stop ‘Tot Tot Wuk Wuk’ di Jalan Ramai di Sosial Media
Sabtu 06-09-2025,18:36 WIB
Larangan ASN Pakai Seragam Dinas untuk Kegiatan Pribadi, Sekda Kota Serang Beri Tanggapan Ini
Rabu 03-09-2025,18:04 WIB
Viral Filter Brave Pink dan Hero Green, Simbol Perlawanan Kreatif di Media Sosial
Terpopuler
Senin 02-02-2026,09:36 WIB
Misteri Kerajaan Pajajaran Di Pantai Carita: Legenda Yang bangkit Dari Ombak Banten
Senin 02-02-2026,09:37 WIB
ASAL USUL KAMPUNG SAMBOLO DESA SUKARAME KECAMATAN CARITA
Senin 02-02-2026,14:25 WIB
Banjir Serang: 5 Trik Darurat Cegah Diare dan Jamur Kulit Ganas di Posko Pengungsian
Senin 02-02-2026,16:02 WIB
Pidato Presiden di Davos Tertahan IHSG yang Terpuruk: Paradoks Kepercayaan di Tengah Panggung Global
Senin 02-02-2026,12:55 WIB
Sejarah Baru di Grammy Awards: Lagu K-Pop “Golden” Raih Kemenangan Pertama Sepanjang Masa
Terkini
Senin 02-02-2026,21:40 WIB
Taman MBS Serang: Surga Eropa di Tengah Banten
Senin 02-02-2026,21:39 WIB
“Golden” dari KPop Demon Hunters Jadi Lagu K-Pop Pertama yang Menang Grammy
Senin 02-02-2026,21:38 WIB
Olahraga Berkuda Kian Berkembang, Atlet Nasional Tunjukkan Prestasi Positif
Senin 02-02-2026,21:37 WIB
Lisa Blackpink Lagi 'Lokal-an' di Indo: Syuting Film Action Bareng Ma Dong-Seok sampai Rela Panas-Panasan!
Senin 02-02-2026,21:37 WIB