Tidak semua orang memiliki tabungan yang cukup untuk berhenti bekerja dalam jangka waktu tertentu.
Oleh karena itu, perencanaan keuangan yang matang menjadi kunci utama sebelum mengambil keputusan ini.
2. Tantangan Saat Kembali Bekerja
Beberapa perusahaan masih menganggap jeda karier sebagai sesuatu yang negatif, sehingga penting untuk memiliki strategi yang jelas agar tetap kompetitif di dunia kerja setelah micro-retirement.
3. Ketidakpastian Karier
Jika tidak dipersiapkan dengan baik, sering mengambil micro-retirement bisa berdampak pada perkembangan karier jangka panjang, terutama jika dilakukan tanpa tujuan yang jelas.
Micro-retirement menjadi pilihan menarik bagi pekerja muda yang menginginkan fleksibilitas dalam menjalani karier dan kehidupan.
Dengan perencanaan yang tepat, konsep ini dapat membantu menghindari burnout serta memberi kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan tujuan hidup.
Bagi Gen Z dan Milenial, bekerja bukan hanya soal mencari uang, tetapi juga tentang menemukan keseimbangan dan kepuasan dalam hidup.