ASEAN Siapkan Integrasi Ekonomi Digital, Indonesia Berpeluang Perluas Pasar UMKM

ASEAN Siapkan Integrasi Ekonomi Digital, Indonesia Berpeluang Perluas Pasar UMKM

UMKM-Pinterest-

INFORADAR.ID - Upaya integrasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu agenda penting yang perlu dilakukan oleh negara-negara ASEAN pada 2026.

Dengan melakukan kerja sama regional, negara anggota terus berupaya meningkatkan konektivitas digital dan melakukan perluasan peluang perdagangan lintas negara.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Perjanjian tersebut dirancang untuk membangun kerangka kerja sama ekonomi digital yang lebih terintegrasi di kawasan.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa perundingan substansi DEFA telah diselesaikan. Penandatanganan perjanjian tersebut ditargetkan berlangsung bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN pada November 2026 di Filipina.

Bagi Indonesia, kerja sama tersebut berpotensi membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk melalui perdagangan digital lintas negara.

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu pihak yang berpeluang memperoleh manfaat dari penguatan integrasi tersebut. Akses pasar yang lebih luas dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis dan menjangkau konsumen di negara lain.

Namun, perkembangan ekonomi digital juga membutuhkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta sistem keamanan data. Pemerintah perlu memastikan pelaku usaha memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan persaingan pasar.

BACA JUGA:Tegaskan Fungsi Stadion, Pramono Anung Bakal Batasi Konser Musik di JIS Demi Menjaga Kandang Persija

BACA JUGA:Celah SMS of Death Ancam HP Android, Bisa Putuskan Sinyal hingga Bootloop

Berdasarkan kajian Boston Consulting Group yang dikutip Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, implementasi DEFA secara komprehensif berpotensi meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN dari 1 triliun dolar AS menjadi 2 triliun dolar AS pada 2030. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital regional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: