Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Dikoreksi Menjadi 5,4–5,5 Persen, Ini Penyebabnya
ilustrasi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia -Pinterest-
INFORADAR.ID - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lakukan koreksi terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026 yang diperoleh angka menjadi 5,4-5,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Angka pengoreksian terbaru yang muncul tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 5,6-60 persen secara tahunan, year-on-year (yoy).
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan perubahan proyeksi tersebut dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Meski mengalami penyesuaian, pemerintah menilai perekonomian nasional masih memiliki ketahanan di tengah ketidakpastian global.
Koreksi proyeksi tersebut menjadi perhatian karena kondisi ekonomi internasional masih menghadapi berbagai tekanan. Dinamika geopolitik, perubahan harga komoditas, serta kondisi perdagangan global menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Di sisi domestik, konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi komponen penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Kedua sektor tersebut memiliki peran besar dalam menggerakkan aktivitas produksi dan perdagangan.
Pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas perekonomian. Langkah tersebut diperlukan agar tekanan eksternal tidak memberikan dampak berlebihan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain menjaga stabilitas, peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja juga menjadi perhatian dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Tegaskan Fungsi Stadion, Pramono Anung Bakal Batasi Konser Musik di JIS Demi Menjaga Kandang Persija
BACA JUGA:Cuaca Banten Hari Ini, 7 Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Dengan proyeksi terbaru tersebut, tantangan pemerintah selanjutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: