Gunung Arjuno Kembali Kebakaran, Pijar Api di Lereng Terlihat Jelas dari Gerbang Tol Malang
Kebakaran hutan kembali melanda lereng Gunung Arjuno!--
INFORADAR.ID – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Arjuno, Jawa Timur. Mengutip laporan CNN Indonesia, kobaran api mulai terlihat menyala di kawasan lereng pegunungan tersebut dan mendadak viral usai diunggah oleh masyarakat di media sosial.
Sejumlah rekaman video amatir warga memperlihatkan garis pijar api berwarna kemerahan membentang cukup panjang di lereng pegunungan. Fenomena kobaran api di kawasan konservasi alam tersebut bahkan tampak cukup jelas disaksikan oleh para pengguna jalan dari sekitar kawasan gerbang Tol Malang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Satriyo Nurseno, membenarkan perihal kembalinya insiden karhutla di Gunung Arjuno tersebut.
Meskipun demikian, otoritas setempat mengaku masih melakukan pendataan awal guna memastikan luas lahan terdampak serta kronologi awal munculnya titik api.
Guna merespons ancaman perluasan api, pihak BPBD Jawa Timur bersama petugas Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo langsung menerjunkan personil ke lapangan. Tim gabungan tersebut dikerahkan untuk melakukan pemetaan lokasi titik api (hotspot) sekaligus memulai upaya pemadaman darurat di area lereng yang terjangkau.
Langkah penanganan cepat menjadi krusial mengingat karakteristik vegetasi kering serta hembusan angin kencang di kawasan pegunungan yang sangat berisiko mempercepat penyebaran titik api.
Koordinasi lintas instansi terus diperketat agar kebakaran tidak semakin meluas serta meminimalkan ancaman kerusakan ekosistem kehayati hayati di wilayah konservasi Gunung Arjuno.
Insiden kebakaran ini menambah daftar panjang rentetan kasus karhutla yang melanda kawasan pegunungan dan taman nasional di wilayah Jawa Timur sepanjang musim kemarau. Topografi lereng yang curam serta vegetasi semak belukar yang mengering kerap menjadi tantangan utama bagi para petugas darurat dalam menjangkau pusat titik api secara manual di jalur darat.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, pengelola jalur pendakian, serta warga sekitar kawasan hutan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pemantik api di area rawan. Langkah antisipasi serta penutupan sementara akses pendakian berpotensi diberlakukan jika eskalasi titik api dinilai membahayakan keselamatan jiwa dan kelestarian hutan konservasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: