PSEL Serang Raya Siap Olah 1.161 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
Tumpukan sampah di salah satu tempat pembuangan akhir (TPA) di Banten.-Pexels-
INFORADAR.ID — Pemerintah Provinsi Banten memastikan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya akan dimulai pada akhir 2026. Fasilitas tersebut dirancang mengolah sampah dari kawasan aglomerasi Serang dan Cilegon sekaligus menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di daerah.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan PSEL Serang Raya akan dibangun di TPAS Cilowong, Kota Serang, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.161 ton sampah per hari. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028–2029.
Sampah yang akan dikelola berasal dari Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Ketiga wilayah tersebut telah menyepakati kebutuhan pasokan sampah untuk mendukung operasional fasilitas.
Pembangunan PSEL diharapkan menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan terbuka atau open dumping. Pemerintah menilai pengolahan sampah menjadi energi dapat menjadi alternatif penanganan persoalan sampah perkotaan.
Saat ini, proyek telah memasuki tahap desain teknis. Pemerintah Kota Serang juga tengah menyiapkan proses pembebasan lahan yang ditargetkan selesai pada bulan berikutnya, sementara pematangan lahan akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Cilegon.
Proyek tersebut juga menjadi bagian dari kebijakan nasional penanganan sampah perkotaan. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah secara nasional dapat mencapai 100 persen pada 2029.
Dengan kapasitas pengolahan lebih dari seribu ton per hari, PSEL Serang Raya diharapkan tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan energi dari sampah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan.
Pemerintah menargetkan persiapan lintas daerah dapat segera diselesaikan agar pembangunan fisik proyek berjalan sesuai jadwal.
Mahasiswa Magang UNSERA Rizki Febriana
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: