Empat Gunung Api Aktif di Indonesia Erupsi Serentak pada Minggu Pagi

Empat Gunung Api Aktif di Indonesia Erupsi Serentak pada Minggu Pagi

Bencana erupsi melanda beberapa wilayah sekaligus secara bersamaan!--

INFORADAR.ID – Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia mengalami peningkatan signifikan secara bersamaan. Berdasarkan laporan dari CNN Indonesia, hingga Minggu (6/9) pukul 09.00 WIB, sebanyak empat gunung api aktif di Indonesia tercatat mengalami erupsi pada hari yang sama. Keempat gunung tersebut tersebar di berbagai kawasan, mulai dari Selat Sunda, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Halmahera Barat.

Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Selat Sunda telah menunjukkan erupsinya sejak Jumat (4/9) malam dan terus berlanjut hingga Minggu (6/9) pagi. Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat letusan terjadi pada pukul 07.10 WIB dengan amplitudo maksimum seismograf mencapai 50 mm. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG dan VAAC Darwin, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua arah utama: mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga membentang menuju Lampung dan Bengkulu.

Sementara itu, Gunung Ibu yang terletak di Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, menyusul erupsi pada pukul 04.55 WIT. Letusan Gunung Ibu membumbungkan kolom abu berwarna kelabu setinggi kurang lebih 400 meter di atas puncak (1.725 mdpl) yang condong mengarah ke timur laut dengan durasi gempa erupsi selama 35 detik.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur, Gunung Illi Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata kembali melanjutkan tren erupsinya. Letusan terkuat terekam pada pukul 06.41 WITA dengan tinggi kolom abu kelabu tebal mencapai 600 meter di atas puncak kawah. Durasi erupsi terekam selama 82 detik pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm.

Melengkapi rangkaian peristiwa tersebut, Gunung Semeru di Jawa Timur turut meluncurkan abu vulkanik pada pukul 07.51 WIB. Kolom abu teramati melambung hingga tinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung. Menanggapi peningkatan aktivitas Gunung Semeru, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari pusat kawah, serta menjauhi area sempadan sungai guna mengantisipasi ancaman awan panas guguran dan aliran lahar.

Sebagaimana disajikan dalam artikel CNN Indonesia, eskalasi erupsi yang terjadi serentak di empat wilayah ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat setempat serta koordinasi aktif antarlembaga penanggulangan bencana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: