Pernyataan Kadisdik Kalteng Tolak Liburkan Sekolah di Tengah Kabut Asap Tuai Kritik Tajam

Pernyataan Kadisdik Kalteng Tolak Liburkan Sekolah di Tengah Kabut Asap Tuai Kritik Tajam

Pernyataan pejabat publik kembali menjadi sorotan nasional!--

INFORADAR.ID – Pernyataan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, terkait penanganan kegiatan belajar mengajar di tengah situasi bencana kabut asap mendadak viral di media sosial.

Berdasarkan laporan dari akun Instagram Info Serang (@infoserang) serta pemberitaan dari laman detikcom, kebijakan untuk tidak meliburkan sekolah meski kondisi udara memburuk akibat kabut asap pekat memicu gelombang kritik tajam dari masyarakat luas.

Sikap tegas jajaran dinas tersebut dinilai kurang sensitif terhadap ancaman kesehatan yang membahayakan para siswa serta tenaga pendidik.

Berdasarkan rincian informasi dari laman akun Instagram Info Serang (@infoserang) dan ulasan laman detikcom, kebijakan penolakan peliburan kegiatan sekolah tersebut didasari oleh beberapa pertimbangan internal

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng secara terbuka menyampaikan penolakan untuk meliburkan aktivitas persekolahan di wilayah yang terdampak kabut asap pekat.

Keputusan tersebut langsung memancing reaksi keras publik di kolom komentar karena dinilai mengabaikan potensi bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi anak-anak.

Sebagaimana dilaporkan laman detikcom, pihak Disdik Kalteng hanya memberlakukan pemotongan jam pelajaran menjadi 30 menit per jam pelajaran serta mewajibkan penggunaan masker, alih-alih meliburkan proses KBM.

Warganet mempertanyakan skala prioritas pemerintah daerah antara mengejar ketertinggalan kurikulum akademis dan menjaga keselamatan fisik siswa.

Para orang tua murid menyuarakan kekhawatiran mendalam saat harus melepas anak-anak mereka pergi ke sekolah di tengah paparan polusi asap karhutla yang menyengat.

Sebagian masyarakat menilai pemerintah daerah seharusnya mengambil langkah diskresi dengan memindahkan skema pembelajaran menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring sebagai bentuk perlindungan darurat terhadap kesehatan generasi muda.

Kebijakan di bidang pendidikan idealnya menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan anak didik sebagai prioritas utama di atas pertimbangan teknis persekolahan.

Di tengah situasi bencana lingkungan seperti karhutla, langkah tanggap darurat yang fleksibel sangat dibutuhkan guna meminimalkan paparan racun udara pada saluran pernapasan anak-anak.

Respons serta evaluasi atas kritik masyarakat menjadi momentum penting bagi jajaran dinas terkait untuk meninjau kembali keputusan operasional sekolah. Koordinasi yang erat antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sangat diperlukan agar keselamatan para siswa tetap terlindungi secara optimal.

Gelombang kritik dari masyarakat memperlihatkan tingginya kepedulian publik terhadap kesehatan siswa di tengah ancaman kabut asap. Evaluasi mendalam atas kebijakan persekolahan di Kalimantan Tengah sangat diharapkan agar keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas tertinggi di masa bencana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: