Demo Hari Ini, Pemerintah Ingatkan Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks
Demo mahasiswa -Pinterest -
INFORADAR.ID — Jalannya aksi demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta pada kami (27/8/2026) turut mendapat perhatian pemerintah dari media sosial. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan himbauan terhadap masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, ataupun konten yang berbau provokatif.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar meminta masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, kondusivitas perlu dijaga bukan hanya di lokasi demonstrasi, tetapi juga di ruang digital yang menjadi tempat masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi.
Imbauan ini dikeluarkan setelah terdapat kabar dari sejumlah kelompok masyarakat yang akan menggelar aksi di Jakarta dengan ragam tuntutan. Salah satunya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang membawa tuntutan terkait pemberantasan korupsi, termasuk mendorong pengesahan RUU Perampasan aset.
BACA JUGA:RUU Perampasan Aset Dikebut DPR, Bisakah Harta Hasil Korupsi Segera Disita Negara?
BACA JUGA:GoPay Gandeng DBL Indonesia, Penggemar Basket Kini Bisa Voting hingga Main Gim di Aplikasi
Di tengah situasi tersebut, informasi mengenai aksi juga bermunculan di media sosial. Polri sebelumnya memastikan sejumlah video yang diklaim memperlihatkan bus membawa massa dari daerah menuju Jakarta merupakan hoaks karena menggunakan rekaman lama yang diberi narasi berbeda.
Munculnya informasi palsu menjadi perhatian karena konten yang tidak terverifikasi bisa memicu kesalahpahaman serta membuat ketegangan semakin membesar. Oleh karena itu, masyarakat perlu memeriksa sumber, waktu kejadian, lokasi dan konteks dari sebuah foto atau vidio sebelum membagikannya di media sosial.
Sementara itu, aparat kepolisian telah menyiapkan 4.274 personal untuk mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi di sejumlah lokasi, termasuk di kawasan Gedung DPR/MPR, Silang Selatan Monas dan Taman Pandang Silang Monas.
BACA JUGA:AS Tunda Sementara Pengajuan Visa Global, Pemohon Diminta Tunggu Jadwal Wawancara Baru
BACA JUGA:Vindes Pecah Kongsi, Masuk Babak Baru Tanpa Desta
Pemerintah berharap penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan damai. Di sisi lain, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital dengan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, ujaran kebencian, atau provokasi selama momentum demonstrasi berlangsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: