Deepfake Makin Canggih, Jangan Terkecoh! Begini Cara Bedakan Video AI Palsu

Deepfake Makin Canggih, Jangan Terkecoh! Begini Cara Bedakan Video AI Palsu

Deepfake-XL SATU-

INFORADAR.ID — Dengan semakin berkembangnya kecerdasan buatan (AI) membuat kita semakin sulit untuk membedakan mana vidio manipulasi dan vidio asli.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut vidio atau gambar hasil rekayasa AI kini semakin berkembang menjadi "synthetic reality", yang membuat masyarakat awan kesulitan membedakan mana konten asli dan palsu hasil AI.

Ancaman tersebut bukan sekadar persoalan konten hiburan. Komdigi mencatat serangan deepfake meningkat 1.400 persen secara tahunan dari 2024 ke 2025. Teknologi ini juga dimanfaatkan untuk penipuan digital dengan meniru wajah maupun suara seseorang.

Agar kita bisa membedakan cara sederhana dalam mengenali deepfake adalah dengan memperhatikan detail visual yang ada. Perhatikan gerakan mimik wajah yang tidak sepenuhnya sinkron dengan suara, perubahan pencahayaan, hingga gerakan yang sangat kaku dan tidak natural. Namun tanda-tanda ini tidak sepenuhnya selalu muncul pada deepfake terbaru.

BACA JUGA:Menteri Rini Minta Sekat Antarunit di Kementerian PANRB Dikurangi: Fokusnya Satu, Layani Masyarakat

BACA JUGA:Bikin Nostalgia! Dari Majalah Ke Layar Lebar, Ini Dia Jajaran Cast Oki & Nirmala

Karena itu, jangan hanya mengandalkan pengamatan visual. Periksa sumber pertama video, tanggal publikasi, serta akun yang mengunggahnya. Jika video mengatasnamakan pejabat, tokoh publik atau institusi tertentu, bandingkan dengan informasi dari kanal resmi mereka dan media terpercaya.

Dalam hal ini masyarakat dituntut harus bisa mencermati konteks dari vidio yang ada. Narasi yang mendesak penonton harus mengirimkam uang, mengklik tautan, atau memberikan data pribadi dan informasi harus dicurigai. Sebelumnya Komdigi menemukan vidio hasil rekayasa AI yang digunakan dalam penawaran dana bantuan fiktif yang mengatasnamakan presiden.

Dalam menyikapi ini masyarakat harus selalu ragu dan curiga. Lakukanlah pencarian ulang dari vidio atau gambar yang ditemukan, jangan langsung percaya sebelum menemukan hasil verifikasi yang benar. Ceklaj fakta dari sumber yang kredibel juga bisa membantu memastikan informasi yang ditemukan.

BACA JUGA:6 Warna Pakaian yang Sering Dipilih Introvert, dari Soft Blue hingga Warm Grey

BACA JUGA:Marsha Timothy Kembali Bintangi Film Remake Korea Selatan, Kini Lewat “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Di tengah AI yang semakin canggih, kemampuan mengenali deepfake tidak cukup hanya dengan melihat apakah wajah terlihat aneh. Kebiasaan memeriksa sumber, membandingkan informasi dan menahan diri sebelum menyebarkan menjadi pertahanan penting. Sebab, semakin realistis sebuah video, semakin besar pula risiko masyarakat mempercayainya tanpa verifikasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait