Anak Main HP 5–7 Jam Sehari? Ini Tips Orangtua Mengatur Screen Time agar Tetap Sehat
Anak Main HP 5–7 Jam Sehari? Ini Tips Orangtua Mengatur Screen Time agar Tetap Sehat--
INFORADAR.ID - Screen time anak Indonesia yang mencapai sekitar 5–7 jam sehari mulai menjadi perhatian pemerintah dan lembaga perlindungan anak. Orangtua pun perlu punya strategi agar penggunaan ponsel tidak mengganggu tidur, aktivitas fisik, interaksi sosial, hingga perkembangan emosi anak.
Staf Khusus Menteri Bidang Pemuda dan Startup Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Alfreno Kautsar Ramadhan mengatakan pemerintah menaruh perhatian terhadap aktivitas anak di ruang digital. Ia menyebut durasi penggunaan perangkat digital anak saat ini sudah cukup tinggi.
"Teman-teman harus mengerti bahwa hari ini screen time anak-anak gitu ya, itu kurang lebih menyentuh 5 sampai 7 jam sehari. Ibu Menteri itu very much concerned terhadap pengawasan di ruang digital," ujar Alfreno.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kawiyan mengingatkan penggunaan ponsel secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan tumbuh kembang anak. "Penggunaan ponsel secara berlebihan dapat menggeser keseimbangan kebutuhan tumbuh kembang anak," kata Kawiyan.
Karena itu, langkah pertama yang bisa dilakukan orangtua adalah membuat aturan penggunaan ponsel di rumah. Batas waktu perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak, sekaligus memastikan penggunaan perangkat tidak mengambil waktu tidur, belajar, bermain, berolahraga, dan berinteraksi bersama keluarga.
BACA JUGA:Pentingnya 'Do Your Own Research' (DYOR): Kunci Utama Sebelum Terjun ke Dunia Investasi
BACA JUGA:Kekuatan 7 Detik Pertama: Penentu Kesan Pertama yang Membekas di Dunia Profesional
Tips berikutnya, jangan menjadikan ponsel sebagai solusi otomatis ketika anak sedang rewel atau membutuhkan hiburan. Kawiyan mengingatkan orangtua agar menyediakan aktivitas alternatif seperti membaca, bermain, berolahraga, berkesenian, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Jangan berikan ponsel sebagai 'pengasuh', jangan setiap anak rewel langsung diberikan handphone. Anak harus mempunyai aktivitas alternatif," kata Kawiyan.
Orangtua juga perlu memperhatikan kondisi fisik anak selama menggunakan perangkat. Terlalu lama berada di depan layar dapat membuat anak kurang bergerak, kurang tidur, mengalami kelelahan, gangguan pola makan, hingga masalah kesehatan lainnya.
Dari sisi psikologis, penggunaan ponsel yang tidak terkendali juga perlu diwaspadai. Kawiyan mengatakan anak dapat mengalami kecemasan, lebih mudah marah, kesulitan mengendalikan emosi, hingga ketergantungan terhadap stimulasi digital. Interaksi tatap muka tetap diperlukan untuk melatih komunikasi, empati, kerja sama, dan kemampuan menyelesaikan konflik.
Kawiyan mencontohkan pengalamannya bertemu seorang siswa SMP di Semarang pada 2025 yang mengalami kecanduan gim online. Anak tersebut lebih banyak menghabiskan waktu bersama ponsel daripada berinteraksi dengan teman dan keluarganya.
BACA JUGA:Fenomena 'Sandwich Leader': Mengurai Beban Psikologis Manajer Menengah di Dunia Kerja
BACA JUGA:Dilema Klasik Pekerja Kreatif: Pilih Lembur di Hari Kerja atau Mengorbankan Akhir Pekan?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: