Sepasang Suami Istri di Serang Disidang Bersamaan di Kampus Untirta Sindangsari

Sepasang Suami Istri di Serang Disidang Bersamaan di Kampus Untirta Sindangsari

Pasangan suami istri, berbeda profesi disidang dalam ujian akhir magister Ilmu Komunikasi FISIP Untirta-Yoki Susanto-

SERANG, INFORADAR.ID - Pasangan suami istri, berbeda profesi disidang dalam ujian akhir magister Ilmu Komunikasi FISIP Untirta dengan masalah yang berbeda pada Program magister Ilmu Komunikasi FISIP Untirta.

Rostinah, jurnalis Radar Banten, meraih gelar Master Ilmu Komunikasi setelah mempertahankan Thesis dengan judul *Komunikasi Pemerintah Provinsi Banten Dalam Penerapan Program Sekolah Gratis* dan sang suami tercinta Prasetya Erlangga dengan thesis berjudul *Etnogrfai Virtual dalam Membangun Narasi Komunikasi Publik di Kota Serang.*

Pemaparan Ina, sapaan akrabnya, dimulai tepat pukul.08.00 WIB yang memfokuskan komunikasi pada tahap perencanaan program Sekolah Gratis yang singkat pasca pelantikan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur A Dimyati Natakusumah.

Menurut wartawati senior di Banten tersebut, secara struktural, komunikasi perencanaan berjalan melalui rantai hierarkis Gubernur - Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) -  Dindikbud. TPAD sebagai simpul koordinasi yang mempertemukan semua pihak yakni Dindikbud dan juga sekolah swasta.

Kritik peneliti pada program Sekolah Grtais Provinsi Banten, memfokuskan pada masalah indikasi *groupthink*, Komitmen kampanye tentang universalitas program (berlaku untuk seluruh siswa tanpa selekai ekonomi) diperlakukan sebagai premis yang tidak dapat dinegosiasikan. 

"Hal ini, menutup deliberalisasi awal tentang desain yang lebih efisien secara fiskal. Isu efisensi sasaran ini baru diakui sebagai persoalan setelah program berjalan. Ketiadaan mekanisme formal untuk mendokumentasikan pandangan yang berbeda dalma proses pengambilan keputusan memperkuat potensi terjadinya konsensus prematur pada isu- isu bermuatan nilai tinggi  secara politis," tegas Ina.

BACA JUGA:Grand Final Kang Nong FISIP Untirta 2026 Soroti Peran Mahasiswa dalam Perubahan Sosial

Sedangkan sidang selanjutnya, Praseya Erlangga memulai sidang tepat pukul 10.00 WIB di tempat yang sama. Pada Thesis yang dipertaggungjawabkan pada ujian akhir tersebut membahas Etnografi Visual dalam Membangun Narasi Komunikasi Publik di Kota Serang. 

Angga, sapaan akrab yang juga aktivis Front Aksi Mahasiswa (FAM) Banten, menyampaikan bahwa Etnografi Visual dapat memadupadankan, visual dengan budaya Serang. 

“Praktik komunikasi institusional  idealnya dibentuk oleh logika media yang terlembagakan secara konsisten, bukan preferensi individual pelaksana pada suatu waktu,” ungkap Kepala Bidang Desiminasi Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian Kota Serang.

Lebih lanjut, Angga mengejawantahkan bahwa proses produksi konten videotron dijalankan berdasarkan prosedur tertulis baku, bukan sekadar arahan informal.

Penelitian tersebut juga membahas, secara konstruktif bahwa konten videotron memperlihatkan praktik framing visual yang menonjolkan citra pelayanan publik, pembangunan daerah, kepedulian sosial, kedekatan pemerintah dengan masyarakat, melalui pemiliihan visual, sudut pandang gambar, susunan teks, dan alur adegan.

"Seyogyanya Diskominfo Kota Serang memiliki SOP yang jelas dengan pendekatan budaya dan sosial masyarakat Kota Serang. hingga kini tidak ada,” tegasnya.

Kedua sidang yang berlangsung secara Medley tersebut, dihadiri oleh para Dewan Penguji Dr. Ail Muldi, Dr. Idi Dimyati, Dr. Isti Nursih Wahyuni, Dr. Rahmi Mulyasih dan Dr. Yoki Yusanto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: