Ketombe Bisa Balik Lagi? Ini Alasan dan Cara Mengontrolnya agar Kulit Kepala Tetap Sehat
Ketombe Bisa Balik Lagi? Ini Alasan dan Cara Mengontrolnya agar Kulit Kepala Tetap Sehat--
INFORADAR.ID - Ketombe yang terus muncul meski sudah rajin memakai sampo antiketombe ternyata bukan sekadar masalah kebersihan rambut. Kondisi kulit kepala, produksi minyak, pertumbuhan jamur, hingga stres bisa menjadi faktor yang membuat serpihan putih kembali datang.
Ketombe merupakan kondisi ketika kulit kepala mengalami pengelupasan sel kulit secara berlebihan. Proses pergantian sel kulit sebenarnya berlangsung secara alami, tetapi pada kondisi tertentu proses tersebut menjadi lebih cepat sehingga serpihan kulit mati terlihat jelas. Kondisi ini dapat disertai rasa gatal, kulit kepala berminyak atau kering, serta serpihan berwarna putih hingga kekuningan.
Salah satu pemicu ketombe adalah pertumbuhan jamur Malassezia yang secara alami hidup di kulit kepala. Dalam jumlah normal, mikroorganisme tersebut umumnya tidak menimbulkan masalah. Namun, ketika pertumbuhannya berlebihan, Malassezia dapat memicu iritasi dan mempercepat pengelupasan kulit kepala.
Produksi minyak berlebih juga dapat memperparah ketombe karena membuat kulit kepala menjadi lebih lembap dan mendukung pertumbuhan jamur. Sebaliknya, kulit kepala yang terlalu kering juga bisa menghasilkan serpihan kecil yang sekilas tampak seperti ketombe.
Faktor lain yang sering luput diperhatikan adalah stres dan perubahan hormon. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keseimbangan kulit kepala dan produksi minyak. Selain itu, penggunaan produk rambut seperti hair spray, gel, atau sampo yang tidak cocok juga berpotensi menyebabkan iritasi dan memperburuk masalah ketombe.
BACA JUGA:Apa Itu Teknik French Blending? Cara Menyamarkan Uban Tanpa Pewarnaan Total
BACA JUGA:Tetap Stylish di Kantor! Ini Dia Rekomendasi Sepatu Nyaman dan Modis
Lantas, apakah ketombe bisa hilang secara permanen? Jawabannya, ketombe umumnya tidak dapat dihilangkan secara permanen, tetapi dapat dikendalikan dengan perawatan yang konsisten. Selama faktor pemicunya masih ada, seperti produksi minyak, pertumbuhan jamur, atau sensitivitas kulit kepala, ketombe tetap berpotensi muncul kembali.
Tak heran jika sebagian orang kembali menemukan serpihan putih setelah berhenti menggunakan sampo antiketombe. Kondisi tersebut bisa terjadi karena jamur belum sepenuhnya terkendali, perawatan dihentikan terlalu cepat, atau faktor lain seperti stres, kurang tidur, dan pola hidup belum diperbaiki.
Untuk mengontrol ketombe, penggunaan sampo antiketombe secara rutin dapat menjadi salah satu langkah utama. Beberapa kandungan yang umum digunakan untuk membantu mengatasi ketombe antara lain zinc pyrithione, ketoconazole, selenium sulfide, dan salicylic acid. Penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk pada produk atau anjuran tenaga medis.
Frekuensi keramas juga perlu disesuaikan dengan kondisi kulit kepala. Terlalu jarang mencuci rambut dapat membuat minyak dan residu menumpuk, sementara keramas terlalu sering berpotensi menyebabkan kulit kepala kering atau iritasi pada sebagian orang.
Mengelola stres juga penting karena kondisi psikologis dapat berpengaruh terhadap kesehatan kulit secara keseluruhan. Aktivitas sederhana seperti olahraga ringan, meditasi, yoga, atau menyediakan waktu untuk beristirahat dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk menjaga keseimbangan tubuh dan kulit kepala.
BACA JUGA:MOP Beauty Unbothered Cushion Kini Hadir dalam 14 Pilihan Warna
BACA JUGA:Nerissa Chain Bracelet: Sentuhan Kilau yang Sempurnakan Berbagai Momen
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: