Viral Tren Celana 'Tak Dikancing' Ala Gen Z, Bikin Orang Tua Bingung
Belakangan ini, tren celana yang terlihat "tak dikancing" atau yang populer disebut foldover jeans sedang viral dan meluas di media sosial.--
INFORADAR.ID – Industri busana kembali diwarnai oleh kemunculan gaya berpakaian unik yang menjadi sorotan publik. Dunia fesyen kalangan Gen Z kini tengah digandrungi oleh tren celana yang memiliki tampilan seolah-olah belum dikancingkan atau lupa ditutup resletingnya.
Gaya yang dikenal dengan istilah foldover jeans ini sukses menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial.
Model celana ini dirancang dengan detail lipatan khusus pada area pinggang yang dijahit mengarah ke luar. Beberapa desain bahkan melengkapinya dengan kain bermotif garis-garis atau bunga kecil yang menyumbang ilusi bak celana dalam yang mengintip, sehingga menciptakan tampilan depan celana yang sengaja dibiarkan terbuka secara artistik.
Meskipun kembali melejit belakangan ini, konsep foldover jeans sebenarnya telah mulai diperkenalkan sejak tahun 2022. Gaya ini awalnya dipopulerkan oleh deretan selebriti internasional kenamaan yang berani tampil beda di ruang publik.
Nama-nama besar seperti Jennie BLACKPINK, Hwasa MAMAMOO, Addison Rae, hingga Doja Cat pernah terlihat mengenakan celana dengan resleting sengaja dibuka dan dilipat ke bawah.
Tren unik ini kemudian direspons cepat oleh berbagai lini busana global. Merek seperti Hollister, Fashion Nova, Edikted, AGOLDE, hingga label mewah asal Jepang, Sacai, turut merilis koleksi celana berdesain lipat ini.
Di pasaran internasional, celana foldover dibanderol dengan rentang harga yang sangat beragam, mulai dari US35 (sekitar Rp628 ribuan) hingga versi desainer seharga US1,210 (sekitar Rp21,7 juta).
Bagi sebagian besar orang tua, gaya ini dianggap kurang rapi dan dapat memicu kesan tak senonoh. Kebanyakan orang tua sering kali refleks menegur anak-anak mereka agar segera menutup resleting celananya ketika hendak beraktivitas di luar rumah.
Sebaliknya, kalangan pengamat gaya hidup menilai fenomena ini sebagai bentuk eksplorasi ekspresi diri Gen Z yang ingin tampil beda, sedikit usil, serta menunjukkan kesan effortlessly cool dan seksi.
Terlepas dari kontroversi yang ada, produk foldover jeans terus diburu konsumen muda. Sejumlah pusat perbelanjaan dan retailer ternama di Amerika Serikat seperti Nordstrom dan Hollister melaporkan bahwa stok celana model ini kerap habis terjual (sold out) dan harus berkali-kali di-restock.
Banyak mahasiswa yang sengaja membeli celana denim berukuran jauh lebih besar (oversized), lalu memodifikasi dan menjahit bagian pinggangnya sendiri untuk menciptakan efek foldover sesuai keinginan.
Tren foldover jeans menjadi bukti perkembangan gaya berbusana di kalangan Gen Z yang selalu berani menabrak batasan konvensional. Meskipun kerap mendatangkan kebingungan dan kritik dari generasi tua, antusiasme pasar yang tinggi membuktikan bahwa eksperimen fesyen ini berhasil mencuri perhatian serta menjadi simbol kebebasan berekspresi bagi anak muda masa kini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: