Tembok Tebal RANS: Resmi Listing di BEI, Saham RANS Langsung Mentok ARA
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.--
INFORADAR.ID – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), perusahaan industri kreatif yang didirikan oleh selebritas Raffi Ahmad, resmi mencatatkan (listing) saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7).
Memulai debutnya di pasar modal, emiten berkode saham RANS tersebut langsung menunjukkan performa gemilang dengan mencetak pertumbuhan nilai yang signifikan di awal perdagangan.
Pada pembukaan transaksi sesi I, saham RANS langsung melesat tajam sebesar 34,12% hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) ke level Rp 228 per saham.
Tingginya minat para pelaku pasar modal memicu terjadinya antrean beli yang sangat masif di harga atas. Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.04 WIB, volume antrean beli yang belum terpenuhi dilaporkan menembus angka 19,3 juta lot saham, atau setara dengan nilai akumulasi mencapai Rp 440 miliar.
Dalam aksi korporasi melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) ini, perseroan melepas sebanyak 2.525.000.000 lembar saham baru.
Jumlah saham yang ditawarkan tersebut merepresentasikan sekitar 20,02% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan.
Dengan menetapkan harga penawaran sebesar Rp 170 per lembar saham pada masa penawaran umum, RANS berhasil menghimpun perolehan dana segar dari publik sebesar Rp 429,25 miliar.
Tingginya atensi dan ekspektasi pasar terhadap emiten baru ini sejatinya telah tecermin sejak masa penawaran umum berlangsung.
Proses IPO RANS dilaporkan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) yang cukup tinggi. Tercatat ada hampir satu juta investor yang ikut berpartisipasi dalam proses pemesanan saham, yang menjadi indikator kuat atas besarnya tingkat kepercayaan publik terhadap prospek pertumbuhan bisnis jangka panjang perseroan di sektor industri kreatif.
"Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan," ujar Nagita Slavina selaku Direktur Utama RANS.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: