Menembus Batas: Perjalanan Septhie Yanti Mengubah Keterbatasan Menjadi Prestasi

Menembus Batas: Perjalanan Septhie Yanti Mengubah Keterbatasan Menjadi Prestasi

Septhie Yanti saat mendapatkan penghargaan -Humas Untirta -

INFORADAR.ID – Di tengah hiruk-pikuk gemerlap dunia kampus, terselip sebuah cerita inspiratif perjuangan yang menyentuh hati dari seorang Septhie Yanti, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Dirinya merupakan seorang anak tunggal dari keluarga prasejahtera di Kampung Cikaung, Septhie membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang dirinya untuk mengejar mimpi.

Ayahnya yang sudah tiada sejak dirinya masih kecil, Septhie hanya hidup berdua bersama sang ibunda, Sutihat, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga serabutan. Baginya, bangku kuliah merupakan sebuah kemewahan yang hanya bisa diraih lewat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

"Kalau tidak ada bantuan KIP-K, saya bingung harus melanjutkan ke mana. Saat daftar, saya sudah pasrah; jika tidak lolos, mungkin kuliah bukan jalannya," ungkap Septhie.

Kini, Septhie berdiri dengan bangga sebagai sarjana pertama di keluarganya. KIP-K baginya bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan "bahan bakar" semangat yang membawanya berprestasi. Terbukti, ia berhasil meraih Juara 3 dalam seleksi Peksiminas tingkat universitas di bidang sastra.

BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga: Masyarakat Diimbau Waspadai Hoaks

BACA JUGA:Mengintip Peluang Emas: Indonesia Optimalkan Pasar Karbon Senilai Rp5 Triliun

Tak ingin menikmati kesuksesan sendiri, Septhie sering kali aktif dalam kegiatan sosial ke sekolah-sekolah untuk memotivasi siswa lain agar tidak perlu takut untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

"Saya berusaha mempertahankan IPK dan terus berprestasi. Saya ingin siklus kebaikan ini terus berlanjut," tambahnya.

Bagi sang ibu, Sutihat, Keberhasilan putrinya meraih gelar sarjana merupakan jawaban atas doa-doa yang ia ucapkan setiap hari saat menyetrika baju dari satu rumah ke rumah lain.

"Saya sangat bersyukur. KIP-K telah membantu saya melihat anak saya melangkah menuju sukses di tengah keterbatasan kami," ujar Sutihat haru.

Kisah Septhie kini menjadi inspirasi nyata bagi banyak orang. Ia menegaskan bahwa kunci dari keberhasilannya adalah keberanian untuk terus melangkah. 

BACA JUGA:Horison Hotels Group Hadirkan

BACA JUGA:Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp174 Triliun, BGN: Fokus Kami Saat Ini Benahi Tata Kelola

"Jangan takut untuk mencoba. Karena selama kita sudah berusaha, insya Allah selalu ada jalan," pungkasnya dengan optimis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: