Tren Baru, Roti Whole Wheat Makin Digemari karena Lebih Sehat
tren gaya hidup sehat sedang bergeser ke arah konsumsi roti gandum utuh (whole wheat).--
INFORADAR.ID – Dinamika tren kuliner di tengah masyarakat harian terus mengalami perkembangan yang signifikan. Saat ini, orientasi konsumen tidak hanya tertuju pada aspek kelezatan rasa dan estetika penampilan visual semata, melainkan sudah mulai menitikberatkan pada faktor nilai kesehatan harian.
Salah satu fenomena yang tengah naik daun adalah meningkatnya popularitas konsumsi roti whole wheat atau roti gandum utuh yang dinilai jauh lebih sehat harian untuk tubuh.
Menurut laporan dari laman website TIMES Indonesia, keunggulan utama dari jenis roti harian ini terletak pada bahan baku pembuatannya yang memanfaatkan seluruh bagian dari biji gandum secara utuh.
Komponen tersebut mencakup lapisan kulit luar, lembaga (germ), hingga bagian intinya. Karakteristik alami inilah yang membuat produk olahan gandum utuh harian memiliki kepadatan nutrisi serta kadar serat yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk tepung terigu putih biasa.
Setiap lapisan pada biji gandum utuh harian menyimpan khasiat yang melimpah bagi kesehatan tubuh. Lapisan terluar gandum diketahui sangat kaya akan kandungan zat antioksidan, zat besi, serta pasokan vitamin B harian.
Sementara itu, bagian lembaga atau inti benih menyimpan cadangan lemak sehat, vitamin E, serta variasi vitamin B kompleks yang mencakup tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), hingga folat (B9) harian.
Guna memastikan keasliannya, masyarakat disarankan untuk memeriksa harian label komposisi produk dan memastikan bahan utamanya tertulis tepung gandum utuh, bukan tepung terigu biasa. Indikator gizi harian yang wajib diperhatikan adalah kadar serat yang tinggi dengan kandungan gula yang minim, serta karakteristik fisik roti gandum asli yang umumnya berwarna cokelat gelap, bertekstur kasar, dan cenderung padat harian.
Menurut laporan dari laman website TIMES Indonesia, Guna menyiasati tekstur roti gandum agar tidak terlalu keras atau kaku harian, pembuat dapat menambahkan sedikit komponen lemak sehat seperti mentega (butter) berkualitas atau minyak zaitun ke dalam adonan.
Formulasi resep harian yang digunakan cukup sederhana, yaitu mengombinasikan 250 gram tepung gandum utuh dengan 50 gram tepung terigu protein tinggi, ragi instan, madu atau gula palem sebagai pengaktif, serta air hangat harian. Setelah seluruh adonan diuleni hingga mencapai kondisi kalis dan elastis harian, proses pembakaran dilakukan di dalam oven yang telah dipanaskan pada suhu kisaran 190°C hingga 200°C selama kurang lebih 30 sampai 45 menit hingga permukaan roti matang kecokelatan harian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: