Seminar BKI UIN Banten Perkuat Kolaborasi Indonesia-Malaysia di Bidang Konseling

Seminar BKI UIN Banten Perkuat Kolaborasi Indonesia-Malaysia di Bidang Konseling

Foto bersama-Saripul for Inforadar-

INFORADAR.ID – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Seminar On Counseling Practice Readiness 2026 dengan tema “Preparing Future Counselors for Professional Field Practice: Insights from Indonesia and Malaysia”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Fakultas Dakwah UIN SMH Banten pada Minggu (21/6).

Seminar internasional ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa dan dosen sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang Bimbingan dan Konseling Islam.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan, pengalaman, serta praktik terbaik antara akademisi Indonesia dan Malaysia dalam mempersiapkan calon konselor profesional di era global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Dakwah UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Endad Musaddad, S.Ag., M.A., Ketua Program Studi BKI Imalatul Khairat, M.Pd., Sekretaris Program Studi BKI Tri Windi Oktara, S.Pd., M.Psi., Presiden PEKA Malaysia Dr. Siti Taniza Toha, Pengarah Urusan Latihan dan Perundingan PEKA Malaysia Muhammad Saffuan Abdullah, KB.PA, serta Koordinator PEKA Malaysia Chika Lestari, S.Sos, serta civitas akademika Fakultas Dakwah.

Diikuti 180 peserta, Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas akademik, memperluas perspektif keilmuan, mempererat hubungan antarperguruan tinggi, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pimpinan institusi, kemudian dilanjutkan dengan seminar internasional yang menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Malaysia.

Peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam, tantangan praktik konseling di era digital, penguatan karakter dan kesehatan mental, hingga strategi kolaborasi pendidikan tinggi dalam menghadapi perkembangan global.

BACA JUGA:IKA Untirta dan KP2MI Bentuk Banten Migrant Center, Perkuat Kompetensi Pekerja Migran

BACA JUGA:Cetak Wirausahawan Muda Berdaya Saing, LDK UMMFIK UIN Banten Gelar Pelatihan Kewirausahaan Interaktif

Suasana seminar berlangsung tertib, hangat, dan interaktif. Para peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan materi serta memanfaatkan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggali wawasan baru dari para narasumber.

Berbagai pertanyaan mengenai praktik konseling profesional, tantangan layanan konseling di era modern, hingga peluang pengembangan karier konselor menjadi topik yang banyak dibahas dalam forum tersebut.

Selain seminar, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan melalui penandatanganan kerja sama (MoU/MoA) antara pihak yang terlibat.

Kerja sama tersebut membuka peluang yang luas bagi kedua institusi untuk melaksanakan berbagai program akademik bersama, mulai dari seminar dan webinar internasional, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran narasumber, kegiatan pengabdian masyarakat, hingga pengembangan kurikulum dan kompetensi akademik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait