HMPS MPI UIN Banten Gelar Workshop Public Speaking, Hadirkan Fajar Nugraha sebagai Pemateri

HMPS MPI UIN Banten Gelar Workshop Public Speaking, Hadirkan Fajar Nugraha sebagai Pemateri

Sesi foto bersama-Fajar for inforadar-

INFORADAR.ID – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan Workshop Public Speaking di Aula Masjid Raya Al-Bantani, Sabtu (20/6). Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 pengurus aktif HMPS MPI yang antusias mengikuti rangkaian materi dan praktik yang disiapkan panitia.

Workshop ini menghadirkan Fajar Nugraha sebagai pemateri utama. Kegiatan dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi yang baik sebagai salah satu kompetensi penting dalam dunia organisasi, akademik, maupun kehidupan profesional.

Dalam pemaparannya, Fajar menjelaskan bahwa public speaking merupakan kemampuan menyampaikan gagasan, informasi, maupun pesan kepada audiens secara efektif, terstruktur, dan mampu memberikan pengaruh positif. Menurutnya, keterampilan tersebut bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang bagaimana membangun koneksi dengan pendengar.

“Public speaking adalah seni menyampaikan ide dengan jelas dan meyakinkan. Seseorang yang mampu berbicara dengan baik akan lebih mudah menyampaikan gagasan serta membangun kepercayaan dari orang lain,” ujar Fajar di hadapan peserta.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan public speaking menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa. Menurutnya, banyak peluang kepemimpinan, karier, dan pengabdian masyarakat yang membutuhkan kemampuan komunikasi yang kuat agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

BACA JUGA:Mahasiswa PAI UIN Banten Gelar Pengabdian Masyarakat di Cikeusal, Perkuat Nilai Keislaman Melalui Edukasi

BACA JUGA:Cetak Wirausahawan Muda Berdaya Saing, LDK UMMFIK UIN Banten Gelar Pelatihan Kewirausahaan Interaktif

“Banyak orang memiliki ide yang luar biasa, tetapi tidak semua mampu menyampaikannya dengan baik. Karena itu, public speaking menjadi keterampilan yang harus terus diasah oleh generasi muda,” tambahnya.

Selain penyampaian materi, peserta diajak mengikuti sesi praktik dan simulasi berbicara di depan umum secara berkelompok. Melalui metode tersebut, peserta dapat langsung mengaplikasikan materi yang diperoleh sekaligus melatih keberanian dalam menyampaikan pendapat di hadapan audiens.

Fajar juga membagikan sejumlah langkah sederhana untuk mempelajari public speaking. Ia menyarankan mahasiswa untuk memperbanyak latihan, berani mengambil kesempatan berbicara di berbagai forum, memperluas wawasan melalui membaca, serta melakukan evaluasi terhadap penampilan mereka secara berkala.

Dalam sesi wawancara setelah kegiatan, Fajar berharap workshop ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. “Saya berharap kegiatan ini menjadi titik awal peningkatan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan jiwa kepemimpinan. Semoga peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, kampus, dan masyarakat,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait