BEM SI Desak Perbaikan Ekonomi dalam 18 Hari, Istana Beri Reaksi
Mahasiswa saat aksi demo di Istana-sumber: Instagram/pstore-
INFORADAR.ID — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terkait ultimatum dari BEM Seluruh Indonesia (SI) yang menuntut pemerintah untuk membenahi situasi ekonomi nasional dalam tenggat waktu 18 hari.
aspirasi yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa tersebut"Ya tentunya kami menerima aspirasi tersebut ya, sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Langkah ini diberikan Mensesneg menunjukkan sikap kooperatif pemerintah dalam mendengarkan kritik dan masukan dari elemen masyarakat, khususnya kaum akademisi.
meskipun menghadapi target waktu yang cukup singkat, respons dari Mensesneg ini mengisyaratkan bahwa poin-poin tuntutan terkait pemulihan ekonomi akan menjadi catatan penting bagi evaluasi kinerja pemerintah ke depan.
Menurut Prasetyo, masyarakat sebenarnya dapat menyaksikan sendiri bagaimana seluruh jajaran kabinet aktif berkolaborasi dan memeras keringat demi menyelesaikan berbagai carut-marut perekonomian saat ini.
Pihaknya mengklaim bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus berkomitmen penuh untuk menghadirkan solusi konkret bagi kesejahteraan publik.
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa memulihkan roda perekonomian adalah tantangan yang sangat besar. Prasetyo menggarisbawahi bahwa dinamika ekonomi tidak bisa berubah dalam semalam karena jalannya sangat dipengaruhi oleh berbagai variabel rumit, baik dari dalam negeri maupun situasi global.
"Tapi sekali lagi, kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan ini," jelasnya
Sementara itu, terkait desakan 18 hari yang diberikan mahasiswa, Prasetyo menegaskan tidak semua hal bisa dikerjakan sesuai tenggat waktu.
"Ya, kan mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Kan begitu. Tidak, tidak semuanya bisa seperti itu," tegas Prasetyo.
"Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah semangatnya itu. Semangatnya untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: