Tips Memilih Daycare yang Aman dan Berkualitas untuk Anak
Tips memilih daycare yang aman untuk anak-Pinterest/Prints Australia-
INFORADAR.ID - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan sejumlah kiat penting bagi orang tua dalam memilih daycare yang tepat untuk anak. Hal ini disampaikan guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta tumbuh kembang anak tetap terjaga selama dititipkan.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Fitri Hartanto, menekankan pentingnya memperhatikan aspek keamanan fisik di lingkungan daycare.
"Harus melihat keamanan fisik seperti CCTV di semua ruang, bisa diakses orang tua. Lingkungan yang aman seperti stop kontak tertutup, tangga berpagaran, tidak ada sudut tajam," kata Fitri dalam media briefing secara daring, Rabu (29/4/2026).
Selain itu, orang tua juga disarankan memperhatikan fasilitas area bermain, khususnya ruang terbuka. Area bermain idealnya memiliki lantai empuk seperti matras atau rumput serta tidak berada di ruang sempit.
Dari sisi pengasuhan, IDAI menetapkan rasio jumlah anak dan pengasuh sebagai indikator penting kualitas daycare. Rasio maksimal yang disarankan adalah 1:3 untuk anak di bawah 2 tahun, 1:5 untuk usia 2–3 tahun, dan 1:7 untuk anak usia 4–5 tahun.
BACA JUGA:Gen Z Rentan Terjebak Masalah Finansial di Era Digital, Ini Penyebab dan Solusinya
BACA JUGA:Tak Perlu Kursus Mahal, 6 Aplikasi Ini Bisa Bantu Kamu Fasih Bahasa Asing
"Pengasuh bersertifikat juga penting, PAUD/psikologi anak dan memiliki background check. Kemudian sikap pengasuh yang sabar, komunikatif, tidak pernah membentak harus kita cari," ujar dia.
Kompetensi tenaga pengasuh juga menjadi perhatian utama, terutama dalam hal penanganan kondisi darurat. Guru daycare diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan seperti tersedak atau tersetrum sebelum anak dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Pada aspek stimulasi, daycare yang baik harus memiliki jadwal kegiatan harian yang jelas. Kegiatan tersebut mencakup bermain bebas, aktivitas terstruktur, waktu makan, hingga tidur siang.
Selain itu, anak perlu difasilitasi dengan mainan edukatif yang sesuai usia. IDAI mengingatkan agar penggunaan televisi atau gawai tidak menjadi satu-satunya media hiburan di daycare.
Dalam hal konsumsi, daycare juga wajib menyediakan makanan bergizi dan sehat bagi anak. Bahkan, dianjurkan memiliki sertifikat higienitas dapur serta memastikan pengasuh memiliki keterampilan dasar penanganan kecelakaan dan telah mendapatkan imunisasi wajib.
BACA JUGA:Fenomena Membenci Gaya Parenting Orang Tua yang Justru Terulang di Masa Dewasa
BACA JUGA:Memahami Seni Menjadi Orang Enggak Enakan Namun Tetap Memiliki Harga Diri
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
