Mahasiswi UIN Banten Rachma Dhiyaul Jannah Raih Beasiswa Indah Kiat Scholarship 2026
Rachma Dhiyaul Jannah, mahasiswi UIN Banten yang berhasil meraih Indah Kiat Scholarship 2026 dan aktif sebagai Duta Kampus.--
INFORADAR.ID - Mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rachma Dhiyaul Jannah, berhasil meraih Indah Kiat Scholarship 2026. Beasiswa ini diberikan PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang Mill sebagai bentuk dukungan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi, khususnya yang berasal dari wilayah sekitar operasional perusahaan.
Rachma meraih pencapaian ini sambil tetap menjalani aktivitasnya yang juga sebagai Duta Kampus UIN Banten 2026, termasuk tugas-tugas kampus dan kegiatan organisasi.
Program beasiswa tahun ini memilih 10 mahasiswa dari sekitar 40 kandidat awal setelah melalui proses seleksi ketat. Seleksi meliputi verifikasi administrasi, penilaian prestasi akademik dan non-akademik, hingga wawancara langsung dengan perwakilan kampus dan perusahaan.
Setiap penerima mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp 3.000.000 yang diberikan satu kali. Menurut Rachma, proses seleksi ini membuatnya belajar banyak hal, termasuk bagaimana menyampaikan pendapat sendiri secara jelas dan meyakinkan.
Bagi Rachma, beasiswa ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga tanggung jawab terhadap keluarga. “Sejak awal kuliah, aku pengin bantu orang tua soal biaya pendidikan. Beasiswa ini bikin aku lega banget akhirnya aku bisa bantuin orang tua aku tapi aku jugaebih termotivasi buat belajar dan aktif di kampus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini sekaligus membantunya melatih kemandirian sebagai mahasiswa.
Sebagai Duta Kampus, Rachma menilai peran UIN Banten sangat penting dalam membuka akses beasiswa dan kesempatan pengembangan diri.
“Kampus itu nggak cuma tempat belajar di kelas, tapi juga ngebantu buat mahasiswa nunjukin potensi diri masing-masing. Kalau nggak ada dukungan kampus, mungkin aku masih pusing nyari alternatif lain buat bantu orang tua aku,” jelasnya.
Kesadaran akan pentingnya prestasi di luar akademik muncul sejak semester dua. Rachma aktif dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan Duta Kampus, dan beberapa proyek sosial.
Keterlibatan ini membantunya mengasah kemampuan manajemen waktu, problem solving, serta membangun relasi sosial. “Prestasi akademik penting, tapi pengalaman di luar kelas bikin kita siap menghadapi tantangan nyata kehidupan diluar kampus,” tambah Rachma.
Selama proses seleksi, Rachma menghadapi persaingan ketat dengan mahasiswa lain yang juga berprestasi. Namun, ia tetap fokus berusaha maksimal dan memegang prinsip bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. “Aku selalu bilang ke diri sendiri, lakukan yang terbaik dan percayalah hasilnya akan mengikuti,” ujarnya.
Sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab sosial, Rachma mulai membuka kelas belajar di rumah dan mengajar les bagi adik-adik di lingkungannya.
Kegiatan ini tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat. “Rasanya seneng banget bisa bermanfaat, sekecil apapun,” kata Rachma.
Melalui pencapaiannya ini, Rachma berharap bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan memanfaatkan setiap peluang yang ada, termasuk program beasiswa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
