Disway Award

Bahaya Kerokan untuk Penderita Serangan Jantung

Bahaya Kerokan untuk Penderita Serangan Jantung

ilustrasi nyeri dada karena serangan jantung-Drazen Zigic-freepik.com

INFORADAR.ID - Pemberian terapi sakit jantung kerokan pada penderita serangan jantung belum memiliki bukti ilmiah yang memastikan keamanannya.

Teknik ini dilakukan dengan menggosok permukaan kulit berulang kali menggunakan benda tumpul, seperti koin atau sendok. Biasanya area yang digosok meliputi punggung, leher, lengan, hingga kaki, hingga muncul bercak kemerahan, keunguan, atau kecokelatan di kulit.

Walaupun cukup populer sebagai pengobatan alternatif, praktik kerokan untuk penderita penyakit jantung tidak dianjurkan sebagai langkah awal bagi orang yang diduga mengalami serangan jantung. Penggunaan metode tradisional dalam kondisi ini justru berisiko menunda diagnosis serta penanganan medis yang seharusnya segera dilakukan.

Karena itu, saat seseorang menunjukkan gejala serangan jantung, langkah paling tepat adalah segera mencari bantuan medis. Menghubungi ambulans atau langsung menuju unit gawat darurat (UGD) rumah sakit terdekat menjadi tindakan penting agar pasien mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Menunda penanganan dengan mencoba kerokan atau metode tradisional lainnya dapat memperburuk kondisi pasien. Berikut alasan kerokan tidak dianjurkan untuk penderita penyakit jantung.

BACA JUGA:Veda Ega Bersinar, Pebalap Muda Indonesia Siap Tantang Dominasi di Moto3

BACA JUGA:3 Alasan Bridgerton Season 5 Mengecewakan! Banyak Dilewatkan Penggemar

Menunda Pertolongan Medis (Fatal)

Nyeri dada, khususnya yang terasa seperti ditekan atau menjalar ke lengan dan rahang, dapat menjadi gejala awal serangan jantung. Kondisi ini membutuhkan penanganan cepat dalam hitungan menit.

Melakukan kerokan hanya akan membuang waktu berharga dan berisiko membuat pasien terlambat mendapatkan pertolongan medis. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Risiko Perdarahan (Obat Pengencer Darah)

Sebagian besar pasien dengan riwayat penyakit jantung mengonsumsi obat pengencer darah. Obat ini berfungsi mencegah pembekuan darah, namun juga meningkatkan risiko perdarahan.

Jika dilakukan kerokan, kulit bisa mengalami luka atau memar yang lebih parah akibat efek obat tersebut. Hal ini justru dapat memperburuk kondisi pasien.

Memicu Gangguan Jantung (Area Leher)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: