Disway Award

Lebaran 2026 Bakal Terasa 'Dingin', Luna Maya Kembali Dirasuki Arwah Suzzanna Lewat Santet Dosa di Atas Dosa

Lebaran 2026 Bakal Terasa 'Dingin', Luna Maya Kembali Dirasuki Arwah Suzzanna Lewat Santet Dosa di Atas Dosa

poster film "Santet : dosa di atas dosa" yang tayang lebaran 2026-ig @sorayaintercinefilms-

INFORADAR.ID - Siap-siap buat merinding berjamaah di bioskop pas momen Lebaran 2026 nanti, karena "Ratu Horor" kita akhirnya kembali ke layar lebar.

Luna Maya sudah dipastikan bakal memakai lagi riasan ikonik nan mistis untuk memerankan sosok legendaris dalam film terbarunya, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.

Bukan sekadar sekuel biasa, film ini kabarnya bakal membawa level kengerian yang lebih dalam, menggali sisi gelap ilmu hitam yang belum pernah diangkat secara frontal di judul-judul sebelumnya.

Bagi Luna Maya, kembali menjadi Suzzanna bukan cuma soal memakai prostetik wajah yang berat selama berjam-jam, tapi soal menjaga "jiwa" sang legenda agar tetap hidup. Dalam beberapa bocoran di balik layar, Luna terlihat makin luwes menirukan tatapan mata tajam dan gaya bicara khas Suzzanna yang bisa bikin bulu kuduk berdiri seketika.

Tim produksi menjanjikan bahwa kali ini ceritanya bakal lebih emosional namun tetap sadis, menggambarkan bagaimana dendam kesumat bisa memicu rentetan dosa yang tak berujung.

Pilihan waktu rilis saat libur Lebaran memang tergolong berani, tapi sepertinya Soraya Intercine Films sudah paham betul kalau penonton Indonesia sangat haus akan tontonan horor berkualitas di momen kumpul keluarga.

Santet Dosa di Atas Dosa diprediksi bakal menjadi magnet kuat bagi para pencinta sinema yang rindu akan nuansa horor klasik era 80-an namun dikemas dengan teknologi visual masa kini.

Atmosfer mencekam khas rumah tua dan suara tawa melengking yang menghantui dipastikan bakal jadi menu utama yang bikin libur panjangmu makin berkesan.

Menariknya, film ini kabarnya bakal menampilkan beberapa elemen "santet" yang sangat spesifik dan risetnya dilakukan cukup mendalam agar terasa nyata di kamera. Luna sendiri mengaku sempat merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi penonton, namun ia justru menjadikannya bensin untuk tampil lebih totalitas dari film-film sebelumnya.

Kolaborasi antara akting jempolan Luna dan arahan sutradara yang sudah paham betul selera pasar horor tanah air membuat proyek ini jadi salah satu film paling diantisipasi di tahun 2026.

Ekspektasi publik kini sudah telanjur melambung tinggi, terutama soal bagaimana Luna bakal mengeksekusi adegan-adegan ikonik yang biasanya menjadi trademark Suzzanna.

Banyak yang berharap film ini nggak cuma jualan jumpscare murahan, tapi benar-benar bisa membawa penonton masuk ke dalam sisi psikologis sang karakter utama. Dengan persiapan yang sangat matang, sepertinya kita harus bersiap-siap untuk kembali "diteror" oleh tatapan dingin Luna Maya yang sudah menyatu dengan aura mistis sang maestro horor.

Bukan Sekadar Sekuel, Tapi Sebuah Penghormatan

Pada akhirnya, kembalinya Luna Maya sebagai Suzzanna adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi sejarah horor Indonesia. Santet Dosa di Atas Dosa siap membuktikan bahwa warisan sang Ratu Horor tak akan pernah pudar dimakan zaman selama dikerjakan dengan hati dan dedikasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: