Sering Tidur Menggunakan Kipas Angin? Waspadai Risiko Otot Tegang hingga Alergi
Contoh Orang Ketika Tidur-pinterest-
INFORADAR.ID - Kebiasaan tidur dengan kipas angin memang terasa nyaman, terutama saat cuaca panas melanda.
Namun, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan kipas angin secara langsung dan terus-menerus saat tidur bisa memicu beberapa gangguan kesehatan.
Salah satu dampak yang paling sering dikeluhkan adalah otot menegang dan kram.
Paparan angin yang mengarah langsung ke tubuh dalam waktu lama dapat membuat suhu otot menurun.
Kondisi ini membuat otot menjadi lebih kaku, terutama di bagian leher, bahu, dan punggung.
Tak jarang, seseorang bangun tidur dengan rasa pegal atau bahkan kram yang cukup mengganggu aktivitas.
Selain itu, tidur dengan kipas angin juga berisiko memicu masalah pernapasan dan alergi.
Kipas angin bekerja dengan mengedarkan udara di dalam ruangan, termasuk debu, tungau, dan partikel kecil lainnya yang mungkin tidak terlihat.
Jika kebersihan ruangan kurang terjaga, partikel tersebut bisa terhirup dan memicu reaksi alergi seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, tenggorokan kering, hingga mata berair.
Udara yang terus berhembus juga dapat menyebabkan kulit dan saluran pernapasan menjadi lebih kering.
Pada beberapa orang, kondisi ini membuat tenggorokan terasa gatal atau serak saat bangun tidur.
Bahkan, bagi penderita asma atau sinusitis, paparan angin langsung bisa memperparah gejala.
Meski demikian, kipas angin bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Penggunaannya tetap aman selama dilakukan dengan bijak. Disarankan untuk tidak mengarahkan angin langsung ke tubuh, menggunakan timer agar kipas mati otomatis setelah beberapa jam, serta rutin membersihkan kipas dan kamar tidur dari debu.
Menjaga sirkulasi udara yang baik dan kelembapan ruangan juga menjadi kunci agar tidur tetap nyaman tanpa mengorbankan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
