Disway Award

Gebrakan Fiksi Ilmiah Lokal dengan Visual Ambisius Pelangi di Mars akan tayang di bioskop

Gebrakan Fiksi Ilmiah Lokal dengan Visual Ambisius Pelangi di Mars akan tayang di bioskop

Poster Film Pelangi Di Mars-@igmahakaryapictures-

INFORADAR.ID Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan warna baru lewat film fiksi ilmiah berjudul Pelangi di Mars yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026. 

Film ini disebut-sebut sebagai salah satu proyek sci-fi lokal paling ambisius dari segi visual dan konsep cerita.

Disutradarai oleh sineas muda berbakat, Pelangi di Mars mengangkat kisah tentang misi koloni pertama Indonesia ke Planet Mars di tahun 2045. 

Cerita berfokus pada seorang ilmuwan muda dan tim astronot yang harus menghadapi tantangan ekstrem di planet merah, mulai dari badai debu dahsyat hingga konflik internal yang menguji solidaritas mereka.

Yang menjadi sorotan utama adalah kualitas visual efek (VFX) yang digarap serius oleh tim kreatif dalam negeri bekerja sama dengan studio efek internasional. 

Lanskap Mars ditampilkan dengan detail sinematik—hamparan gurun merah, kubah koloni futuristik, hingga fenomena atmosfer langka yang disebut sebagai “pelangi Mars” menjadi daya tarik utama film ini.

Produser menyebutkan bahwa film ini memakan waktu produksi lebih dari satu tahun, termasuk riset ilmiah untuk memastikan unsur sains yang diangkat tetap relevan dan masuk akal. 

Beberapa adegan juga menggunakan teknologi virtual production untuk menciptakan latar luar angkasa yang imersif.

Dari sisi cerita, Pelangi di Mars tidak hanya menonjolkan petualangan luar angkasa, tetapi juga menyentuh isu kemanusiaan, harapan, dan identitas bangsa di tengah eksplorasi global. 

Film ini diharapkan bisa menjadi tonggak baru bagi genre fiksi ilmiah di Indonesia yang selama ini masih jarang digarap secara besar-besaran.

Dengan jadwal rilis yang bertepatan dengan musim libur sekolah, Pelangi di Mars diprediksi akan menjadi salah satu tontonan yang paling dinanti pada Maret 2026. 

Para pecinta film dan penggemar sci-fi tentu berharap film ini mampu membuktikan bahwa karya lokal juga bisa tampil megah dan berkelas internasional.

 

Maria Ulfah mahasiswa ilmu komunikasi universitas mathla’ulanwar Banten

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait