Disway Award

Kuyank, Saat Rio Dewanto Harus Hadapi Teror Paling Purba di Kalimantan

Kuyank, Saat Rio Dewanto Harus Hadapi Teror Paling Purba di Kalimantan

"Kuyank": Saat Rio Dewanto Harus Hadapi Teror Paling Purba di Kalimantan--

INFORADAR.ID - Buat kamu yang kemarin sempat nonton saranjana dan musih penasaran sama asal-usul kengerian disana, film Kuyank yang rilis 29 Januari 2026 kemarin adalah jawabannya.

Film ini bukan sekedar horor biasa yang jualan hantu terbang, tapi ini sebuah prekuel yang bakal ngebuka tabir tentang mitos paling ikonik dari Tanah Kalimantan. Dengan suasananya yang gelap dan penuh misteri, kita bakal diajak masuk ke masa lalu sebelum kota gaib itu jadi legenda yang kita kenal sekarang 

Yang bikin film ini terasa beda adalah kehadiran Rio Dewanto sebagai pemeran utama. Rio yang biasanya kita lihat di film aksi atau drama serius, kali ini tampil totalitas menghadapi teror supranatural yang bener-bener menguji mental.

Aktingnya yang kuat bikin kita ngerasa ikut terjebak di tengah hutan Kalimantan yang rimbun, di mana setiap suara ranting patah bisa jadi pertanda maut yang lagi mengintai dari balik pohon.

Secara visual, sutradara film ini pinter banget nangkep sisi mistis hutan tropis kita yang emang udah "angker" dari sananya. Alur ceritanya juga nggak buru-buru, tapi perlahan-lahan ngebangun rasa takut yang bikin kita nggak nyaman duduk di kursi bioskop.

Gabungan antara legenda lokal yang dipercaya masyarakat sama kualitas produksi sekelas Hollywood bikin film ini layak banget disebut sebagai salah satu rilisan horor paling solid di awal tahun 2026 ini.

Kenapa Kamu Harus Nonton Prekuel Ini?

Singkatnya, kalau kamu pengen tahu gimana awal mula teror di semesta Saranjana bermula, film ini wajib banget masuk daftar tontonan.

Kuyank berhasil buktiin kalau mitos nusantara itu nggak akan pernah habis buat digali jadi cerita yang keren dan berkelas internasional. Jadi, mendingan langsung pesen tiketnya sekarang sebelum turun layar, atau siap-siap nungguin kalau nanti mampir di platform streaming favorit kamu!

 

Andrea Kesya Tindas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: