Disway Award

Sejarah Renang Indonesia: Dari Era 1960-an Hingga Prestasi SEA Games

Sejarah Renang Indonesia: Dari Era 1960-an Hingga Prestasi SEA Games

olahraga renang --

INFORADAR.ID - Buat kamu yang masih tidak tau,bagaimana Sejarah renang bisa menjadi oalhraga yang menyehatkan jantung,artikel ini akan memberikan Solusi terbaik untuk kamu.

Olahraga renang di Indonesia bermula sejak era kolonial Belanda dengan kolam pertama di Cihampelas Bandung tahun 1904, tapi baru terstruktur pasca-kemerdekaan lewat PRSI (awalnya PBSI) yang berdiri 21 Maret 1951.

Pada 1962, kolam Gelora Bung Karno dibangun untuk Asian Games, jadi tonggak fasilitas standar internasional pertama. Indonesia kirim perenang ke Olimpiade Tokyo 1964, meski belum medali, pengalaman ini lahirkan bibit atlet nasional.

Era Soeharto dorong PPLP pelajar yang masukkan renang sebagai prioritas pencarian bakat.

Dominasi SEA Games dimulai era 1980-an dengan atlet seperti Habibie Nasution dan Martha Lorena raih emas gaya dada. Indonesia sapu medali cabang renang estafet di SEA Games 1987 Jakarta, tandai posisi kuat Asia Tenggara.

Richard Sam Bera jadi ikon 1990-an, pecah rekor nasional dan lolos Olimpiade Atlanta 1996.

Di SEA Games 2023 Cambodia, Indonesia koleksi 20+ medali renang melalui atlet seperti Azzahra Permatahani (gaya kupu-kupu) dan Bagas Adi Pratama. Era 2025-2026, PRSI fokus junior untuk SEA Games 36 Kamboja, target 30 emas dengan fasilitas baru di Jawa Barat. Loncat indah juga kontribusi besar, total 15 emas SEA Games 2021 Vietnam.

PRSI kini investasi teknologi pelatihan seperti video analysis dan program nutrisi atlet junior. Tantangan utama: minimnya kolam standar di daerah terpencil dan kompetisi ketat dari Singapura-Vietnam. Target Olimpiade LA 2028, Indonesia bidik finalis pertama cabang renang lewat bibit dari Kejurnas 2026.

Renang Indonesia tumbuh dari hobi raja-raja jadi cabang unggulan SEA Games, bukti konsistensi PRSI sejak 1951. Dengan talenta muda dan fasilitas modern, prestasi nasional siap tembus level dunia di 2028.

 

Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Matlaul Anwar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: