Disway Award

Unggahan “Silent Struggle” di Media Sosial Soroti Perjuangan Kesehatan Mental Anak Muda

Unggahan “Silent Struggle” di Media Sosial Soroti Perjuangan Kesehatan Mental Anak Muda

Silent struggle-Pinterest-

INFORADAR.ID- Isu kesehatan mental kembali menjadi sorotan setelah sebuah unggahan bertema “Silent Struggle” beredar luas di media sosial. 

Konten tersebut menggambarkan kondisi seseorang yang sedang berjuang menghadapi kesulitan batin, namun memilih untuk tidak menunjukkannya kepada orang lain.

 Unggahan ini mendapat banyak respons dari warganet, terutama kalangan anak muda yang merasa relate dengan pesan yang disampaikan.

Fenomena silent struggle kerap dialami oleh generasi muda yang menghadapi tekanan akademik, tuntutan sosial, hingga ekspektasi keluarga.

Meski terlihat baik-baik saja dari luar, tidak sedikit yang memendam kecemasan, kelelahan emosional, bahkan stres berkepanjangan tanpa berani bercerita.

BACA JUGA:Tren Skincare Alami: Benarkah Air Beras Baik untuk Wajah?

BACA JUGA:Gaya Hidup Sederhana, Cerita Hidup Minimalisme Ala Anak Kos

Media sosial pun dinilai menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa persoalan kesehatan mental masih sering dianggap sepele. Padahal, keterbukaan dan dukungan lingkungan sangat berpengaruh dalam proses pemulihan seseorang.

Haliza Alifia Ifada, mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, prodi Bimbingan Konseling Islam, mengaku istilah silent struggle sangat dekat dengan realita yang dialami banyak mahasiswa saat ini.

“Banyak mahasiswa itu sebenarnya capek secara mental, tapi memilih diam karena takut dibilang lemah atau nggak bisa ngatur diri,” ujar Haliza.

Menurutnya, tekanan akademik yang menumpuk sering kali membuat mahasiswa menekan perasaan sendiri demi tetap terlihat kuat di hadapan orang lain.

BACA JUGA:Tak Mau Tua Susah, Generasi Z Mulai Nabung Sejak Dini untuk Bekal Masa Lansia

BACA JUGA:Rekomendasi Wangi Parfum Sesuai Acara: dari Kampus, Kerja, sampai Dinner

“Kadang kita ngerasa harus selalu kelihatan baik-baik saja. Padahal di dalam kepala penuh pikiran, dari tugas, organisasi, sampai masa depan,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: