Berkuda Jadi Pilihan Hobi Favorit di Tengah Hiruk Pikuk Digital
Olahraga yang simple ini sangat cocok untuk dilakukan oleh gen z--
INFORADAR.ID - Di tengah dominasi hobi yang lekat dengan layar gawai, sebagian generasi Z justru memilih aktivitas yang menuntut kedekatan dengan alam dan konsentrasi penuh.
Salah satunya adalah berkuda. Hobi yang identik dengan ketenangan, disiplin, dan keseimbangan ini mulai dilirik anak muda sebagai cara menyalurkan minat sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental.
Berkuda kini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas eksklusif atau terbatas pada kalangan tertentu. Aktivitas ini menawarkan pengalaman berbeda karena mengharuskan penunggangnya fokus, sabar, dan mampu membangun komunikasi dengan kuda.
Putri Azzahra, mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang, menjadi salah satu contoh anak muda yang menekuni hobi berkuda. Ketertarikannya pada dunia berkuda berawal dari keinginan mencoba hal baru di luar aktivitas kampus. Seiring waktu, berkuda justru menjadi hobi yang terus ia tekuni hingga sekarang.
“Berkuda itu bikin pikiran jadi ga berisik. Kita nggak cuma naik kuda, tapi juga belajar ngerti karakter kudanya. Jadi harus sabar dan fokus,” ujar Putri saat diwawancarai.
Menariknya, Putri tidak rutin berlatih di Banten. Ia mengaku sering berlatih berkuda di Octavian Equestrian Centre, Bandar Lampung. Hal itu dilakukan karena kakaknya tinggal di Lampung, sehingga ia kerap menyempatkan diri datang ke sana hampir setiap bulan.
“Kalau ke Lampung biasanya aku sempatin latihan di Octavian Equestrian Centre. Kebetulan kakak aku tinggal di sana, jadi sekalian pulang keluarga,” katanya.
Menurut Putri, latihan berkuda di Lampung memberikan pengalaman yang berbeda karena fasilitas dan suasananya cukup mendukung. Selain itu, ia merasa berkuda membantunya melatih kedisiplinan dan kepercayaan diri. Ia juga menyebut bahwa berkuda bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga soal mental.
Secara tidak langsung, Putri menilai hobi berkuda membentuk cara pandangnya dalam menghadapi masalah. Proses belajar mengendalikan kuda membuatnya lebih sabar dan tidak mudah panik. “Kalau kita tegang, kudanya juga bisa ikut tegang. Jadi harus tenang dulu dari diri sendiri,” ungkapnya.
Fenomena generasi Z yang mulai melirik hobi berkuda menunjukkan adanya pergeseran minat ke aktivitas yang lebih mindful. Berkuda juga memberikan manfaat kesehatan, mulai dari melatih keseimbangan tubuh, kekuatan otot, hingga koordinasi gerak. Tak hanya itu, interaksi dengan hewan diyakini mampu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
Putri berharap hobi berkuda bisa semakin dikenal dan diminati oleh anak muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai berkuda bisa menjadi alternatif hobi positif di tengah padatnya aktivitas akademik. “Menurut aku, berkuda itu bukan cuma soal kelihatan keren. Tapi prosesnya yang bikin kita belajar sabar, tanggung jawab, dan percaya diri,” tuturnya.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, berkuda hadir sebagai hobi yang mengajak generasi Z untuk bergerak lebih pelan, lebih sadar, dan lebih dekat dengan alam. Hobi ini bukan hanya soal menunggangi kuda, tetapi juga tentang proses mengenal diri sendiri melalui keseimbangan dan ketenangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
