Batu tulis, Menelusuri Jejak Tersembunyi Prasasti Batu Tulis Muruy di Pandeglang
wisata bersejarah prasasti batu tulis muruy --
PANDENGLANG, INFORADAR.ID - Prasasti Batu Tulis Muruy merupakan situs cagar budaya yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kesultanan Banten di tanah Pandeglang.
Yakni terletak di Kampung Muruy, Desa Muruy, Kecamatan Menes, batu andesit alami berukuran raksasa ini menyimpan narasi penting dari masa lalu.
Keberadaannya bukan sekadar batu biasa, melainkan sebuah prasasti yang memuat identitas dan jejak pelarian keluarga bangsawan Banten saat menghadapi tekanan kolonial Belanda di abad ke-18.
Secara historis, prasasti ini diperkirakan dibuat pada tahun 1741 oleh putra dari Nyi Kamilah, yang merupakan bagian dari keluarga besar Sultan Muhammad Syifa Zainal Arifin.
Tulisan yang terpahat pada permukaan batu menggunakan aksara Arab Pegon, mencerminkan kuatnya pengaruh Islam dalam budaya literasi masyarakat Banten saat itu.
Lokasinya yang berada di pinggir sungai memberikan gambaran bahwa wilayah Muruy dahulu merupakan tempat peristirahatan atau persembunyian yang strategis bagi keluarga kesultanan.
Sebagai bagian dari kekayaan sejarah nasional, situs ini telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang.
Upaya konservasi terus dilakukan untuk menjaga agar pahatan aksara pada batu tidak terkikis oleh cuaca maupun aktivitas manusia.
Bagi para pelajar, peneliti, maupun wisatawan, mengunjungi situs ini menawarkan pengalaman spiritual dan intelektual tentang bagaimana nilai-nilai leluhur dipertahankan di tengah masa pergolakan sejarah.
Andrea Kesya Tindas, mahasiswa ilmu komunikasi universita mathla'ul anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
