Disway Award

Pandeglang Alami Pengurangan Kuota Haji 2026, Kemenag Angkat Bicara

Pandeglang Alami Pengurangan Kuota Haji 2026, Kemenag Angkat Bicara

Ilustrasi: Kuota haji 2026 Pandeglang-@iuz_official-Unsplash

INFORADAR.ID- Pandeglang dipastikan mengalami penurunan kuota haji untuk tahun 2026, yang menimbulkan rasa khawatir di kalangan calon jemaah yang telah lama menunggu untuk diberangkatkan. 

Penurunan ini membuat sebagian orang merasa cemas antrean akan semakin panjang, khususnya bagi mereka yang sudah terdaftar sejak lama dan berharap dapat segera berangkat ke Tanah Suci.

Menanggapi hal ini, Kementerian Agama memberikan penjelasan mengenai alasan di balik perubahan kuota Haji di Pandeglang. 

Kemenag menyatakan bahwa penurunan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang disesuaikan dengan kapasitas serta alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. 

BACA JUGA:Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa Naik? Begini Penjelasan Aturannya

BACA JUGA:Purbaya Buka CPNS Kemenkeu

Kemenag juga memastikan bahwa proses distribusi kuota tetap mempertimbangkan keadilan dan prioritas, sehingga calon jemaah di Pandeglang diharapkan tetap sabar dan menunggu informasi resmi selanjutnya.

Selain itu, Kemenag Pandeglang juga menginformasikan bahwa hanya ada 792 calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2026, termasuk 61 jemaah prioritas yang berusia lanjut.

Dikutip dari RADARBANTEN, Kasi Haji dan Umrah di Kantor Kemenag Pandeglang yaitu Supardi, menjelaskan bahwa pihaknya sekarang tengah melakukan verifikasi dan perbaikan data calon jemaah haji.

Supardi menegaskan bahwa penurunan kuota tahun ini cukup signifikan. Pada tahun 2025, Pandeglang mendapatkan sekitar 802 kuota reguler, sedangkan untuk tahun 2026 hanya mendapatkan 731 kuota reguler.

BACA JUGA:Perawatan Kulit saat Musim Hujan, Tips agar Tetap Sehat dan Glowing

BACA JUGA:Dampak Radioaktif di Cikande: 24 Perusahaan Terpapar, Ini Kronologinya

“Terdapat pengurangan dalam kuota haji, tapi kemungkinan akan ada penambahan. Jika sudah resmi, kami akan memberitahukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa proses verifikasi dokumen telah dimulai beberapa hari yang lalu melalui pemanggilan jemaah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: