Revitalisasi Pabrik Jadi Prioritas, Pupuk Indonesia Targetkan Efisiensi Energi 2025
Revitalisasi Pabrik untuk Efisiensi Energi dan Produktivitas Maksimal-Freepik.com-@jcomp
INFORADAR.ID- PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui strategi revitalisasi industri pupuk.
Upaya revitalisasi ini diambil dengan melakukan modernisasi pabrik tua dan membangun pabrik baru untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmat Priadi, mengatakan sebagian besar pabrik yang dimiliki perusahaan berusia lebih dari 30 tahun, sehingga konsumsi energi tidak efisien dan harus dilakukan revitalisasi untuk menekankan konsumsi energi.
BACA JUGA:Wakil Ketua DPR Sarankan SPPG Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
BACA JUGA:Cara Mudah Ajukan KUR BRI 2025 Secara Offline dan Online, Ikuti Langkah-Langkah Ini
Diantara 15 pabrik urea, terdapat 8 diantaranya yang beroperasi lebih dari 30 tahun dengan rata-rata konsumsi gas sekitar 32,2 MMBTU per ton urea.
Lewat revitalisasi, konsumsi gas di Pupuk Indonesia diharapkan turun menjadi 25 MMBTU per ton urea pada 2025.
Revitalisasi Pabrik Menjadi Prioritas Utama
Karena kondisi pabrik yang sudah tua menyebabkan biaya produksi membengkak, sehingga berpengaruh pada keterjangkauan harga pupuk bagi petani, untuk itu pemerintah menggenjot revitalisasi pabrik dengan mengganti fasilitass lama yang sudah tua.
BACA JUGA:Cilegon Catat 71 Kasus HIV Baru, Pria Usia 24-49 Tahun Dominasi
BACA JUGA:Banten Catat Pendapatan Triliunan hingga Agustus 2025, Pertumbuhan Ekonomi Ngebut
Langkah ini sudah dilaksanakan pada PT Pupuk Sriwidjaya Palembang (Pusri), revitalisasi pada pabrik tersebut direncanakan akan selesai pada tahun 2027.
Pabrik ini dirancang untuk memangkass konsumsi gas dari 32 MMBTU per ton menjadi 21,7 MMBTU per ton urea.
Efisiensi tersebut diperkirakan dapat menghemat biaya produksi sekitar Rp 1,5 trilium setiap tahunnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
