Disway Award

Legenda Kelam Malin Kundang, Joko Anwar Hadirkan Kisah Horor dari Legenda Nusantara

Legenda Kelam Malin Kundang, Joko Anwar Hadirkan Kisah Horor dari Legenda Nusantara

Poster film Legenda Kelam Malin Kundang-Instagram @jokoanwar-

INFORADAR.ID – Legenda Malin Kundang yang selama ini dikenal luas masyarakat sebagai cerita rakyat asal Minangkabau, Padang, diangkat kembali ke layar lebar dengan nuansa berbeda. 

Produser Joko Anwar bersama Tia Hasibuan menggandeng rumah produksi Come and See Pictures menghadirkan film berjudul Legenda Kelam Malin Kundang yang dijadwalkan tayang pada 27 November 2025.

Film ini digarap oleh dua sutradara muda, Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat, dengan naskah yang ditulis langsung oleh Joko Anwar. Teaser trailer resmi film tersebut dirilis pada Rabu (27/8), menampilkan kisah horor dan misteri yang terinspirasi dari legenda Malin Kundang.

Dalam teaser, penonton disuguhkan adegan seorang anak berpamitan kepada ibunya untuk merantau, yang kemudian beralih pada potret keluarga kecil bahagia yang diperankan Rio Dewanto (sebagai Alif) dan Faradina Mufti (sebagai Nadine). 

Namun di balik kehidupan tersebut, karakter Alif menyimpan trauma dan kegundahan setelah kecelakaan parah yang membuatnya kehilangan sebagian ingatan. Konflik muncul ketika Nadine memberi tahu bahwa ibu Alif akan datang dari kampung. 

BACA JUGA:Bon Appetit Your Majesty, Drama Fantasi Terbaru Yoona SNSD yang Langsung Jadi Sorotan

BACA JUGA:7 Rekomendasi Film tentang Demo dan Perjuangan Rakyat yang Layak Ditonton

Akan tetapi, Alif sama sekali tidak mengenali sosok yang disebut ibunya, bahkan merasa yakin bahwa perempuan itu bukan ibu kandungnya. Situasi ini membawa Alif pada penyelidikan penuh misteri yang mengguncang pemahaman dirinya tentang masa lalu.

Joko Anwar menjelaskan film ini berangkat dari inspirasi legenda masyarakat Minangkabau, namun dikemas dengan pendekatan drama, misteri, dan thriller. “Kalian tahu namanya, kalian hafal kisahnya. Yakin? Legenda Kelam Malin Kundang akan menghadirkan cerita rakyat dengan nafas baru yang menghentak jiwa,” tulis Joko melalui unggahan di Instagram.

Film ini sekaligus menjadi ajang reuni Joko Anwar dengan Rio Dewanto setelah sebelumnya bekerja sama dalam Gundala (2019). Rio juga pernah terlibat dalam karya Joko lainnya seperti Pintu Terlarang (2009) dan Modus Anomali (2012). 

BACA JUGA:‎Rekomendasi Situs Legal Nonton Film, Lebih Aman daripada LK21 dan IndoXXI

BACA JUGA:‎The Sea Beast Masuk Nominasi Oscar Animasi Terbaik

Sementara bagi Faradina Mufti, ini menjadi kolaborasi kelima bersama Joko, setelah Perempuan Tanah Jahanam (2019), Sri Asih (2022), Siksa Kubur (2024), serta serial Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams (2024).

Dengan sentuhan horor yang lebih kelam, film ini diharapkan mampu memberi pengalaman baru bagi penonton sekaligus menghadirkan refleksi dari salah satu legenda paling populer di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: