Disway Award

PBI Banten Dorong Kebaya Jadi Identitas Perempuan Banten: Tradisi yang Hidup, Bukan Sekadar Pakaian

PBI Banten Dorong Kebaya Jadi Identitas Perempuan Banten: Tradisi yang Hidup, Bukan Sekadar Pakaian

PBI Banten mengangkat kebaya sebagai identitas hidup perempuan Banten, bukan sekadar pakaian-Dok. Istimewa-

INFORADAR.ID- Dalam peringatan Hari Kebaya Nasional, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Banten menggelar acara budaya di Pendopo Lama, Kota Serang. 

Acara ini menjadi ruang pernyataan bahwa kebaya bukan sekadar busana warisan, melainkan identitas budaya yang hidup, khususnya bagi perempuan Banten.

Ketua PBI Banten, Ina Suhud, menegaskan pentingnya mengembalikan kebaya sebagai bagian dari keseharian, bukan hanya dikenakan saat acara adat atau seremoni. 

“Kebaya mencerminkan keanggunan, kekuatan, dan kecerdasan perempuan. Ia adalah simbol nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi,” ujar Ina.

BACA JUGA:‎Awalnya Menolak Salim Group, Begini Perjalanan Indomie Kuasai Pasar Mie Instan

BACA JUGA:Pendaftaran Magang LBJR Jasa Raharja 2025 Dibuka! Simak Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya

Banten sendiri memiliki sejarah panjang dalam tradisi berpakaian. Kebaya Panjang khas Banten, sering disebut juga kebaya Betawi-Banten, merupakan bagian dari identitas perempuan pesisir, khususnya di wilayah Serang dan sekitarnya. 

Modelnya panjang, sederhana, dan cenderung tertutup, mencerminkan nilai kesopanan dan religiusitas yang kuat di masyarakat Banten.

“Sayangnya, kebaya Banten kini mulai jarang terlihat, kecuali dalam peringatan budaya atau upacara adat. Kami ingin menghidupkannya kembali, terutama di kalangan generasi muda,” tambah Ina.

Dalam acara yang diisi dengan tarian nusantara oleh anak-anak dan ibu-ibu pengurus PBI Banten, seluruh peserta mengenakan berbagai ragam kebaya, termasuk kebaya Banten. 

BACA JUGA:Protes Berujung Pemecatan, 92 Pekerja PT Bungasari di PHK Usai Mogok Kerja

BACA JUGA:Mahfud MD Buka Suara soal Putusan Tom Lembong, Simak Selengkapnya!

Mereka ingin menunjukkan bahwa kebaya bisa tampil modern tanpa kehilangan makna budayanya.

Gerakan ini juga sejalan dengan upaya Indonesia mendaftarkan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia ke UNESCO, bersama negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: