Uang Saku Ibadah Haji 2025: Rekomendasi Jumlah Ideal dan Tips Mengelola Pengeluaran
Ilustrasi ibadah Haji-Haydan As-soendawy-Pexels.com
INFORADAR.ID - Persiapan uang saku ibadah haji menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Banyak jemaah bertanya-tanya, berapa sebenarnya uang saku ibadah haji yang perlu dibawa agar kebutuhan pribadi tetap tercukupi?
Meskipun pemerintah telah menetapkan jumlah uang saku ibadah haji secara resmi, sering kali jumlah itu belum mencakup seluruh keperluan selama di Arab Saudi.
Oleh karena itu, mengetahui estimasi dan strategi penggunaan uang saku ibadah haji sangat membantu untuk menjalani ibadah dengan tenang.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan panduan lengkap terkait uang saku ibadah haji, termasuk perhitungan tambahan dana dan cara aman mengelolanya.
BACA JUGA:Lukisan Gadis Mandi Hujan Karya Seniman Indonesia Tuai Sorotan Dunia
BACA JUGA:Sarapan Dua Butir Telur Setiap Hari? Ini 7 Dampak Positif untuk Tubuhmu
Uang Saku Resmi Jemaah Haji 2025
Pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menetapkan bahwa setiap jemaah haji reguler Indonesia tahun 2025 akan menerima uang saku (living cost) sebesar 750 riyal Arab Saudi, atau sekitar Rp3.187.500. Dana ini diberikan secara tunai dengan pecahan SAR 500, SAR 100, dan SAR 50.
Kebutuhan Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan
Meskipun sebagian besar kebutuhan pokok seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi sudah disediakan pemerintah, masih ada sejumlah pengeluaran pribadi yang perlu diperhatikan, seperti:
- Pembayaran dam (denda ibadah)
- Membeli oleh-oleh: kurma, air zamzam, parfum, pakaian, dll.
- Makanan ringan di luar jadwal katering
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
