Seren Taun Cisungsang di Panggung KEN 2026: Antara Promosi Budaya dan Ekonomi Masyarakat Adat

Seren Taun Cisungsang di Panggung KEN 2026: Antara Promosi Budaya dan Ekonomi Masyarakat Adat

Seren Taun Cisungsang di Panggung KEN (30/09/2026)--

INFORADAR.ID – Seren Taun Kasepuhan Cisungsang bukan sekadar perayaan panen. Bagi masyarakat adat, ritual ini merupakan bagian dari siklus kehidupan sekaligus bentuk rasa syukur dan refleksi untuk menjaga hubungan manusia, alam, dan tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Pada 2026, Seren Taun kembali mendapat panggung lebih luas setelah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN). Perhelatan yang berlangsung pada 21–28 September 2026 itu tidak hanya menghadirkan rangkaian ritual adat, tetapi juga berbagai kegiatan pendukung seperti bazar pangan lokal dan UMKM, Festival Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), gastronomi pangan lokal, pertunjukan seni, seminar, permainan tradisional hingga kegiatan olahraga. 

Kehadiran Seren Taun dalam KEN mempertemukan dua kepentingan, yaitu promosi kebudayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

Dari ritual adat menuju event pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, S.H., M.H., M.M., dalam sambutannya pada Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2026 menekankan pentingnya menjaga budaya dan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan pariwisata Banten yang berkelanjutan.

Bagi pemerintah, kebudayaan menjadi salah satu kekuatan utama pariwisata. Seren Taun bukan hanya memperkenalkan tradisi Kasepuhan kepada pengunjung, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Dr. Yosep Mohamad Holis, S.Hut., M.T., M.Sc. Menurutnya, kekuatan Cisungsang tidak hanya berada pada ritual Seren Taun, tetapi juga pada berbagai kesenian dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Dengan demikian, pengembangan pariwisata tidak semestinya hanya menjadikan masyarakat adat sebagai objek tontonan. Masyarakat harus tetap menjadi bagian utama dalam menentukan bagaimana kebudayaannya diperkenalkan.

Target Rp5,5 miliar dari perputaran ekonomi

Sekretaris Lembaga Adat Kasepuhan Cisungsang, Henriana Hatra Wijaya, menjelaskan bahwa Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2026 memang dirancang dengan mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Penyelenggara menargetkan 50.000 pengunjung, terdiri dari sekitar 40.000 pengunjung lokal dan 10.000 pengunjung nasional. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan catatan 2025 sebanyak 16.800 pengunjung. 

Untuk mendukung aktivitas ekonomi, penyelenggara menargetkan keterlibatan sekitar 350 UMKM atau stand, 50 akomodasi berupa homestay/hotel, serta lima tour operator atau paket perjalanan wisata. Nilai transaksi ekonomi juga diproyeksikan mencapai Rp5,5 miliar, dibandingkan sekitar Rp1,5 miliar pada event sebelumnya. 

Henriana menegaskan bahwa kehadiran wisatawan diharapkan tidak hanya menghasilkan keramaian, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi pemilik kebudayaan.

Target tersebut masih merupakan proyeksi penyelenggara, bukan angka realisasi. Namun, target itu menunjukkan bahwa Seren Taun mulai diposisikan sebagai ekosistem ekonomi, bukan hanya agenda ritual.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: